UIN Mataram Tambah Dua Guru Besar Bidang Ilmu Al Qur`an dan Tafsir serta Bidang Manajemen Pendidikan


Guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi yang diraih melalui beberapa tahap. Sebelum memutuskan menjadi seorang Guru Besar, seorang dosen harus lulus Strata 3 dan mendapat gelar Doktor. Begiti pula yang dilalui dua Guru Besar baru yang dimiliki UIN Mataram tahun 2023.

BidikNews,Mataram,NTB - Dua dosen yang meraih predikat Guru Besar UIN Mataram tersebut antara lain, Prof.DR.H.Subhan Abdullah Acim, MA dan Prof. DR. H. S. Ali Jadid Al Idrus, M. Pd. Keduanya masing-masing meraih gelar Profesor dibidang Ilmu Al Qur`an dan Tafsir dan Profesor dibidang Manajemen pendidikan.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas menetapkan tiga dosen UIN Mataram menjadi guru besar.

Ketiga dosen UIN Mataram yang ditetapkan sebagai guru adalah Prof Riduan Mas’ud, Prof Abdul Malik dan Prof Muh Salahuddin.

Riduan Mas’ud ditetapkan menjadi Profesor atau guru besar dalam bidang ilmu Ekonomi, kemudian Abdul Malik ditetapkan sebagai Profesor atau guru besar dalam bidang ilmu Pendidikan sedangkan, Muh Salahuddin ditetapkan menjadi Profesor atau guru besar dalam bidang ilmu hukum bisnis Islam.

Rektor UIN Mataram, Prof Masnun Tahir mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas raihan puncak akademik tertinggi dua dosen UIN Mataram tahun 2023.

Prof.H. Masnun nampaknya tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. Sebagai Rektor di Kampus yang bergengsi ini Prof. Masnun merasa bangga karena puluhan Dosen terbaik di UIN Mataram mampu meraih predikat Guru Besar.

Mendapat gelar Guru Besar kata Prof. Masnun tentu bukan hal yang mudah. Guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi yang diraih melalui beberapa tahap. Sebelum memutuskan menjadi seorang Guru Besar, seorang dosen harus lulus Strata 3 dan mendapat gelar Doktor.” Kata Prof.Masnun sembari tersenyum.

Dijelaskan Prof.Masnun bahwa untuk meraih gelar Profesor sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Pencapaian Guru Besar adalah tingkat tertinggi dalam jenjang jabatan akademik. Guru Besar ditetapkan melalui proses panjang sesuai regulasi, seleksi, dan tentunya penilaian yang kredibel oleh Kemendikbudristek.” Kata Pria yang humoris itu.

Dikatakan Prof.Masnun, lahirnya Guru Besar dapat menandakan bahwa proses keilmuan yang ada di suatu universitas berjalan dengan baik sehingga dapat menghasilkan Guru Besar-guru besar baru dalam bidang keilmuan tertentu.

Prof.DR.H.Subhan Abdullah Acim, MA dan Prof. DR. H. S. Ali Jadid Al Idrus, M. Pd. Keduanya masing-masing meraih gelar Profesor dibidang Ilmu Al Qur`an dan Tafsir dan Profesor dibidang Manajemen pendidikan.

Lahirnya Guru Besar dalam keilmuan tertentu dapat menambah gagasan baru di lingkungan masyarakat. Dan Guru Besar bertanggung jawab untuk menjaga kredibilitas keilmuannya.” Jelas Prof.Masnun. 

Ia juga menjelaskan bahwa Guru Besar harus menyebar luaskan gagasan keilmuannya untuk memecahkan permasalahan di masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan jumlah Guru Besar sangat penting untuk meningkatkan khasanah dunia pendidikan.

Prof Masnun juga mengucapkan selamat kepada ketiga profesor baru UIN Mataram tersebut. Dikatakannya, Ini adalah capaian tertinggi bagi seorang dosen. Tentunya di samping hasil kerja keras yang bersangkutan, juga doa dari keluarga serta dukungan dari civitas akademika UIN Mataram," kata Prof Masnun.

Selain itu Rektor UIN Mataram, juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan dorongan dan program akselerasi pada seluruh dosen untuk mempercepat meraih gelar Doktor maupun Profesor.

"Kita telah memberikan dorongan bahkan program akselerasi kepada seluruh dosen untuk mempercepat meraih Doktor maupun Profesor," katanya.

Demikian disampaikan Kabag Humas dan Kerjasama Universitas Islam Negeri Mataram H. Sapardi, SE,MM kepada Media ini di Mataram.

Pewarta: Dae Ompu



0 Komentar