Indonesia Darurat Narkotika "Satgas" Tabuh Genderang Perang Lawan Mafia Narkoba

Kasatgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Irjen Asep Edi Suheri, ketika mengadakan konferensi pers di Mabes Polri

Sejak pertama dibentuk, Satgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Polri berhasil menangkap 11.828 tersangka. Dengan ditangkapnya para tersangka itu, Satgas ini berhasil menyelamatkan 13 juta jiwa dari narkoba.

BidikNews.net,Jakarta-"Indonesia darurat narkotika” Inilah sinyal bahwa Negara hadir dalam ”pertempuran” melawan sindikat penjahat narkoba. Indonesia saat ini bukan lagi sebagai tempat transit sindikat narkoba internasional, melainkan sudah menjadi ”pasar” yang menggiurkan. Kondisi ini memantik naluri pemerintah dan rakyat untuk menabuh genderang perang melawan jaringan penjahat narkotika yang mengancam keselamatan generasi bangsa.

Kasatgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Irjen Asep Edi Suheri, mengapresiasi semua pihak yang telah membantu Polri menangkap tersangka dalam kasus peredaran narkoba. Irjen Asep juga mengajak masyarakat terus berpartisipasi memberantas narkoba bersama Polri.

"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam beberapa pengungkapan kasus narkoba, baik di tingkat Mabes maupun polda," kata Irjen Asep saat jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (29/12/2023).

Dalam keterangan persnya, Irjen Asep mengatakan pengungkapan kasus narkoba di Indonesia adalah salah satu atensi nasional yang perlu perhatian khusus dari semua pihak. Hal ini,  sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo." katanya,

Dalam beberapa siaran pers sebelumnya, Irjen Asep menekankan bahwa peredaran narkoba di Indonesia merupakan salah satu atensi nasional yang memerlukan perhatian khusus dari  semua pihak, sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI dan Bapak Kapolri bahwa kita terus serius dalam menangani peredaran narkoba di Indonesia," ujarnya.

Irjen Asep mengungkapkan modus yang dipakai dalam peredaran narkoba sangat beragam. Narkoba tidak lagi diedarkan secara konvensional, peredaran narkoba kini sudah semakin canggih.


"Selain jumlahnya cukup masif, kata 
Irjen Asep modus operandi yang dilakukan tersangka beragam, dan berasal dari penyidikan dan pemeriksaan yang kami lakukan, peredaran narkoba Indonesia tidak hanya gunakan cara konvensional, namun juga semakin berkembang dan semakin sulit untuk dideteksi keberadaannya.

Karena itu, Irjen Asep mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi memerangi narkoba. Dia juga mengingatkan agar masyarakat terus waspada.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu waspada terhadap peredaran narkoba di sekitar kita, kami menyadari bahwa tanpa bantuan, dan kerja sama dari masyarakat dan seluruh instansi yang terkait, usaha memerangi peredaran narkoba di Indonesia akan sulit dilakukan," tuturnya.

Diketahui, Satgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Polri dibentuk sesuai dengan atensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Satgas dibentuk pada 21 September 2023.

Sejak pertama dibentuk, Satgas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Polri berhasil menangkap 11.828 tersangka. Dengan ditangkapnya para tersangka itu, Satgas ini berhasil menyelamatkan 13 juta jiwa dari narkoba.

Pewarta: Tim BidikNews.net


0 Komentar