Ramadhan, Bulan Yang Barakah Hadir Kembali, Oleh Dr. H. Muhammad Irwan Husain, MP


Alhamdulillah, segala sanjungan dan pujian semata-mata hanya tertuju kepada Allah SWT, tidak ada sanjungan dan pujian diberikan kepada makhluk lain hatta kepada manusiapun. Sanjungan dan pujian itu wajib diberikan kepada Allah Ajja wajalla, karena kita insan yang beriman masih diberikan kesempatan berjumpa dan bersua kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini, tatkala ada saudara-saudara kita yang lain tidak dapat bertemu kembali, karena sudah kembali dipanggil menghadap Allah SWT. 

Bulan Ramadhan yang mulia dan mubaraq kembali datang menyapa insan beriman seantero bumi. 

- Ia hadir ditengah-tengah kehidupan manusia yang sedang dilanda berbagai penyakit baik jasmani dan Rohani. 

- Ia hadir mengobati kerinduan insan beriman atas berbagai bonus yang dibawanya. 

- Ia menjumpai manusia beriman yang haus akan pahala dan ridho Allah setelah setahun lamanya berpisah. 

- Ia membawa pundi-pundi kebaikan dan pahala yang akan diperoleh bagi insan beriman yang memanfaatkan secara maksimal. 

- Ia hadir ditengah kehidupan manusia yang tengah bergulat dengan bisikan nafsu yang cenderung mengarah pada prilaku menyimpang pada ajaran agama yang diimaninya. 

- Ia datang ketika insan beriman membutuhkan ketenangan jiwa karena hiruk pikuk sandiwara kehidupan dunia yang makin ditampakkan.  

- Ia tiba sebagai sarana untuk menenangkan jiwa manusia tengah bergejolak dan meronta terhadap masalah ekonomi dan politik. 

Selamat datang bulan Ramadhan, selamat datang bulan yang mensucikan, bulang yang melipat gandakan pahala laksana beribadah seribu bulan, bulan dihadirkan kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan manusia beriman. Semoga kedatanganmu membuat insan beriman menjadi tenang dan damai, terutama saudara kami di negara Palestina yang tengah berhadapan dengan kebiabadan zionis Israel yang kejam, serakah dan tamak. Semoga suadara kami di Palestina dan belahan bumi lainnya dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan sempurna. 

Ramadhan hadir akan dapat merubah perilaku manusia yang telah menjadikan akhlak dan tata nilai kehidupan semakin memudar. Dapat menata hati dengan kebaikan, dapat menambah ilmu pengetahuan keagamaan semakin berkualitas, dapat menambah suasana batin semakin terikat dan melekat dengan Allah SWT, dapat menegakkan ajaran dan risalah Nabi Muhammad yang semakin kokoh dan terang benderang. 

Tibanya Ramadhan dapat menyebabkan prilaku amarah menjadi sabar dan tabah dalam menghadapi segala ujian dan cobaan. Dapat mengalahkan bisikan nafsu yang cenderung mengajak kepada jalan keburukan, dapat menghantarkan orang yang berpuasa mencapai derajat takwa sebagaimana yang menjadi tujuan inti kedatangannya. Semoga manusia beriman dapat menjemput kedatanganmu yang banyak keistimewaan sebagaimana sabda Rasulullah SAW : 

Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian  bulan Allah yang membawa berkah, Rahmat dan magfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah,. Hari-harinya adalah hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling  utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, doa-doamu diijabah. 

Selamat datang tamu Ramadhan yang suci dan  mulia. Engkau mendatangi insan beriman dengan menyuguhkan hidangan amaliah yang tak terhingga banyaknya. 


Kemuliaanmu juga akan mengangkat derajat kemuliaan orang yang menjalani puasa. Mereka memuliakanmu dengan memanfaatkan segala amal kebaikan yang dibawa dan yang disuguhi. Manusia beriman akan mencapai kemuliaan karena dapat mengimplementasikan segala keistimewaan yang ada di dalamnya. Kuantitas dan kualitas amaliah diupayakan secara maksimal ditingkatkan. Aktivitas ruhaniah frekuensinya lebih banyak dibanding dengan aktivitas keduniaan.

Kini engkau telah bersama kami. Doa kami untuk dapat bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini dikabulkan Allah. Jiwa dan raga ini telah mempersiapkan diri untuk bersamamu. Mata dan pandangan, ucapan dan perkataan, langkah kaki dan ayunan tangan hanya tertuju pada hal yang tidak membatalkan puasa yang dijalani. 

Lantunan ayat suci Al-Qur’an terus terucap dan dilantunkan dengan tartil oleh mulut kami, suara yang indah dan merdu mengalun karena membaca Al-Qur’an. Hati dan jiwa terus diasah untuk mempedulikan sesama. Harta dan kekayaan yang bernilai ekonomi maupun ekonomi didistribusikan kepada sesama yang membutuhkan secara syariah. Ibadah-ibadah sunat akan terus ditambah dan berkesinambungan. 

Untaian kata dan kalimat indah digores di atas lembaran putih sebagai tambahan ilmu dan pengetahuan. Banyak keistimewaan dan hikmah yang engkau bawa untuk membawa kami menjadi orang yang beruntung. 

Ya Allah, Engkau telah menghadirkan kembali bulan yang penuh keberkahan. Beri kekuatan kepada kami untuk membersaminya agar mampu meraih dan mengisi keberkahan yang dibawanya. Jangan Engkau sia-siakan semangat kami menyambut kedatangannya. Jadilah seluruh amaliah kebaikan yang dibawanya akan semakin meningkatkan ketakwaan kami kepadaMu. Tolonglah kami agar mampu menjaga dan memilihara ibadah puasa yang wajib dan ibadah-ibadah suna lainnya. Beri daya, kekuatan dan umur kami agar mampu menjalaninya secara utuh selama satu bulan di tahun ini. Terimalah segala pinta dan harapan kami di bulan yang tidak tertolak segala doa. Aamiin. 

Selamat menjalani puasa sebulan penuh semoga Allah meridhoi usah dan ikhtiar kita bersamanya…. Aamiin. 

Penulis : Adalah 

        - Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Mataram

        - Ketua Umum Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok (RKBPL)






0 Komentar