Tak Ingin Ingkari Kebenaran Islam dan Qur`an, 7 (Tujuh) Ilmuan Ini Bersyahadat

BidikNews.net - Sejak abad ke-19 dan 20, banyak ilmuwan Barat yang terus berusaha menolak kebenaran adanya tuhan dan agama. Mereka hanya hidup di atas nama ilmu pengetahuan yang dianggap serba ilmiah dan dihasilkan dari sebuah penelitian masif.

Namun, secara tidak sengaja mereka menemukan keajaiban-keajaiban yang tersembunyi, sesuatu yang membuka mata hati kepada tuhan. Pada 1929 M, kemunculan teori Big Bang membuat mata rantai antara sains dan ketuhanan.

Nah, berikut ini 7 ilmuwan yang masuk Islam setelah menemukan keajaiban keajaiban ayat-ayat qauliyah setelah meneliti ayat kauniyah di alam semesta:

1. Keith L. Moore


Keith L. Moore adalah Presiden American Association of Clinical Anatomi (AACA) pada 1989, juga seorang ilmuwan Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains.

Pada tahun 1980, Moore diundang ke Arab Saudi untuk memberikan kuliah anatomi dan embriologi di Universitas King Abdulaziz. Di sana, Moore didekati oleh Komite Embriologi dari Universitas agar membantu menafsirkan ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an dan Hadits tentang reproduksi manusia dan perkembangan embriologi.

Orang tersebut membacakan Surah Al-Mu'minun ayat 13-14 tentang reproduksi manusia. Sang profesor mengaku heran dengan akurasi isi surat yang terekam pada abad ke-7 tersebut, sebelum ilmu embriologi didirikan.

“Tidak mungkin ayat ini ditulis pada tahun 7 Masehi, karena apa yang terkandung di dalam ayat tersebut adalah fakta ilmiah yang baru diketahui oleh ilmu pengetahuan modern! Ini tidak mungkin, Muhammad pasti menggunakan mikroskop!” katanya, dikutip untoislam, Sabtu (26/3/2022).

Namun, dia mengatakan ungkapan mikroskop itu hanya candaan. "Saya hanya bercanda, tidak mungkin Muhammad yang mengarang ayat seperti ini.” Dari situ, dia yakin Al-Qur’an bukan karangan Muhammad dan dia merupakan seorang nabi dan rasul.

2. E. Marshall Johnson


E. Marshall Johnson adalah profesor dan Ketua Departemen Anatomi dan Perkembangan Biologi. Johnson juga merupakan Direktur Institut Daniel Baugh, Thomas Jefferson University, Philadelphia, Pennsylvania, USA. Johnson pun telah menulis lebih dari 200 karya yang telah dipublikasikan.

Pofesor Johnson mulai tertarik pada tanda-tanda ilmiah dalam Al-Qur’an saat menghadiri Saudi Medical Conference ketujuh pada 1982. Pada awalnya, Profesor Johnson tidak menerima bahwa ada ayat-ayat yang menjelaskan tentang perkembangan biologi dalam Al-Qur’an dan Hadis.

Tapi setelah diskusi dengan Sheikh Zindani, ia mulai berminat dan berkonsentrasi meneliti terkait tahap internal serta pengembangan eksternal janin dalam tubuh manusia. Melalui serangkaian penelitian itu, dia berdecak kagum pada apa yang tertulis pada kitab berumur 1400 tahun yang lalu. Dari penelitian tersebut, dia menemukan hidayah dan memeluk Islam.

“Secara keseluruhannya, penggambaran (dalam Alquran) ini mendahului beberapa abad dalam hal penggambaran mengenai berbagai tahap embrio manusia dan perkembangan janin yang terdapat dalam literatur ilmiah yang ada.” Kata Johnson.

3. T.V.N. Persaud


T.V.N. Persaud adalah ahli Anatomi, Profesor Pediatrics and Child Health, dan Profesor Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Manitoba, Kanada. Di sana, ia menjadi Ketua Departemen Anatomi selama 16 tahun.

Persaud sangat terkenal di bidangnya. Dia adalah penulis atau editor dari 22 buku dan menerbitkan lebih dari 180 karya ilmiah. Pada tahun 1991, ia menerima penghargaan paling terkemuka di bidang anatomi di Kanada, the JCB Grant Award from the Canadian Association of Anatomists.

Uniknya, Profesor Persaud memasukan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits di beberapa buku-bukunya. Dia juga kerap mengungkapkan ayat-ayat dan hadits di beberapa konferensi. Ketika ia ditanya tentang keajaiban ilmiah dalam Alquran yang telah diteliti. Inilah pernyataan takjub sang profesor tersebut:

"Muhammad hanya orang biasa. Dia tidak dapat membaca atau menulis, dia seorang yang buta huruf, dan kita berbicara mengenai seseorang yang hidup 1200 atau 1300 tahun yang lalu, namun dapat mengeluarkan satu pernyataan tegas mengenai ilmu pengetahuan alam yang secara ajaib ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan.

Saya pikir ini tidak mungkin bisa disebut kebetulan, terlalu banyak keakuratan (yang terdapat di dalamnya). Jadi, tidak sulit bagi saya menerima bahwa ini adalah semacam ilham yang diterimanya yang membuatnya mampu menyampaikan pernyataan itu.”

4. Joe Leigh Simpson


Joe Leigh Simpson adalah Profesor dan Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi, Baylor College of Medicine, Houston, Texas, AS. Dia salah satu ilmuwan yang menemukan keajaiban Al-Qur’an.

Dia mengatakan, tidak ada konflik antara sains dan Islam. Islam bisa membimbing ilmu pengetahuan. Pengetahuan dalam Al-Qur'an berasal dari Tuhan.

"Tak ada pertentangan antara genetika dengan agama Islam. Adalah fakta bahwa agama Islam telah menjadi petunjuk bagi ilmu pengetahuan," cetusnya. Simpson pun meyakini bahwa Al-Qur’an berasal dari Tuhan. Sebab, Nabi Muhammad SAW tak bisa membaca dan menulis.

5. Gerald C. Goeringer


Gerald C. Goeringer adalah Profesor dan Koordinator Embriologi Medis di Departemen Biologi Sel, Fakultas Kedokteran, Universitas Georgetown, Washington DC, AS.

Dia mengatakan, sebagian ayat Al-Qur’an memberikan deskripsi yang komprehensif tentang perkembangan manusia; dari campuran sel sampai penciptaan organ tubuh.

Tidak ada catatan yang sedemikian setara tentang tahap ini, terminologinya dan penjelasan tentang perkembangan manusia yang pernah ada sebelumnya. 

Walaupun tidak semua, sebagian besar deskripsi dalam literatur ilmiah tradisional tentang perkembangan embrio manusia sudah diinformasikan oleh Al-Qur’an berabad-abad yang lalu.

6. Alfred Kroner


Alfred Kroner adalah Profesor Departemen Geosains, Universitas Mainz, Jerman. Salah seorang geolog terkemuka dunia itu mengaku terkagum-kagum dengan isi Al-Qur’an yang mampu menjelaskan asal mula terbentuknya alam semesta.

"Memikirkan dari mana Muhammad berasal…. saya berpikir hampir tak mungkin dia telah mengetahui banyak hal tentang asal mula alam semesta," paparnya.

Menurut dia, para ilmuwan saja baru mengetahui asal mula pembentukan alam semesta dalam beberapa tahun terakhir, dengan menggunakan kemajuan teknologi yang sangat rumit. Atas dasar itu, Kroner juga meyakini bahwa Alquran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW adalah firman yang berasal dari Tuhan.

7. Demitri Bolykov


Sebagai seorang ahli fisika asal Ukraina, Demitri Bolykov, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika. Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.

Teori yang dikemukakan oleh Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Ia pun mendapatkan kesimpulan bahwa suatu hari nanti matahari akan terbit dari barat.

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.

Ketika menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya.” (Disadur dari berbagai sumber)

Pewarta : TIM


0 Komentar