Bincang Singkat Bersama Dirresnarkoba Polda NTB, Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj, SH., SIK., MH

Narkoba. kata yang sering kali dijumpai di tengah-tengah masyarakat, baik tua maupun muda, pelajar ataupun pekerja. Banyak sekali orang mencobanya tapi tak sedikit pula yang memnghindari serta membenci barang “Hantu” haram perusak generasi penerus bangsa ini. 

Berikut bincang singkat Pimpinan BidikNews Salahuddin Dae ompu bersama Dirresnarkoba Polda NTB, Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj usai acara Konferensi Pers pengungkapan Kasus Narkoba yang dilaksananan di Lapangan Bhara Daksa Mapolda NTB, Rabu,16 Juli 2025

BidikNews.net - Upaya Aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat melalu Direktort Narkoba dalam memberantas peredaran gelap narkoba tak pernah selesai. Walaupun ratusan kilogram narkoba dan jutaan obat terlarang diamankan, namun selalu ada kiriman narkoba baru dari luar daerah yang masuk ke wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di wilayah hukum Polda NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjadi “surga” para sindikat narkoba. Walaupun Kepolisian serta BNN maupun pemerintah terkait sudah banyak menyita narkoba yang masuk ke NTB, selama masih ada permintaan maka, tetap ada pengiriman.

Dirresnarkoba Narkoba Polda NTB, Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj bersama BidikNews nampaknya sepakat dengan kondisi tersebut diatas saat bincang singkat di Mapolda NTB usai Konferensi Pers pengungkapan kasus kejahatan tindak pidana narkotika pada Rabu, 16 Juli 2025.

Dalam perbincangan singkat tersebut, Dirresnarkoba Polda NTB, Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj dan BidikNews.net sama-sama berpendapat bahwa dalam bisnis peredaran gelap narkoba, penyebarannya sudah merambah ke kampung – kampung di beberapa wilayah.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj bersama Pimpinan BidikNews Salahuddin Dae Ompu

Dalam perbincangan singkat tersebut, BidikNews dan Dirresnarkoba Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj sama-sama berasumsi bahwa para pengguna dan pengedar narkoba  awalnya, penasaran dengan barang haram itu kemudian mereka coba-coba untuk merasakannya dan pada akhirnya ketagihan. Setelah merasakan narkoba maka ia akan terus mengkonsumsi. Awalnya membeli dengan harga murah lama kelamaan seharga berapa pun ia akan berupaya untuk mendapatkannya.

Pada akhirnya mereka pun menjadi ketagihan dan sedikit yang beralih menjadi pengedar sekaligus bandar. Siklus ini yang harus diputus mata rantainya,” tegas Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj yang di iyakan BidikNews bersemangat.

Kepada Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj BidikNews mengatakan hasil pantauannya bahwa NTB salah satu daerah yang menjadi “surga” bagi para pengedar dan bandar narkoba dan bagaimana barang itu terus mengalir masuk ke wilayah NTB,? 

BidikNews dan Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj sepakat dengan satu jawaban bahwa, sepanjang permintaan banyak barang ini akan terus masuk. Karena masih banyak yang menjadi pengguna.

Modus operandi para sindikat dan pengedar serta Bandar narkoba di Kota Mjataram pun sangat beragam, bisa komunikasi lewat handphone dan juga menggunakan jasa pengiriman barang,” kata Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj

BidikNews dan Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj juga bersepakat mengakui bahwa kasus peredaran Narkoba yang membuat gelisah masyarakat seakan menjadi “hantu” yang sangat sulit diberantas. 

Namun demikian semua pihak tidak boleh pesimis dan harus di jawab dengan satu kata tindak tegas secara bersama-sama.

Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj dan Nyonya

Bayangkan saja, para generasi penerus bangsa di NTB seharusnya dapat hidup layak menjadi seorang yang berguna bagi bangsa dan Negara serta masyarakat, tetapi mereka malah mati karena narkoba. Dapat dibayangkan jiwa-jiwa yang mati karena narkoba selama rentang waktu tersebut dapat mendekati angka puluhan ribu jiwa.

Tetapi yang pasti, kerjasama semua pihak baik aparat pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran narkoba terus dilakukan, agar masa depan para generasi penerus tidak hancur.

Kita semua jangan biarkan generasi penerus bangsa Indonesia hanyut dalam arus kehancuran yang dibawa oleh narkoba.” Ujar  Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj.

Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj juga mengajak seluruh elemen masyarakat NTB untuk terus mensosialisasikan tentang bahaya narkoba pada mereka. Ajari mereka untuk mengatakan 'tidak' pada Narkoba, Selain itu para orang tua agar membekali anak-anak untuk menghadapi ancaman narkoba.

Yang lebih penting lagi kata  Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj, agar kita semua mampu mengatasi gangguan mental yang membuat anak mengonsumsi narkoba dan dibarengi dengan membuat peraturan yang ketat dan tegas di dalam ruang lingkup keluarga dan lingukungan sekitar.

Selain itu, kata Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj, kita harus mengetahui aktivitas anak kita yang dilakukannya diluar rumah dan serinbg-seringlah kita menyampaikan serta komunikasi yang terbuka dan positif dalam setiap  gerak langkah yang dilakykaknya.

Tentu dukungan dan contok positif harus dikedepankan agar mereka tak hanyut dalam rayuan-rayuan teman sekitar yang telah terpapar narkoba,” Ujar  Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj.

Kombes Pol Roman Smaradhana Elhaj, SH., SIK., MH. bersama Istri tercinta dan anak tersayang

Perbincangan singkat yang cukup bermakna antara wartawan BidikNews.net dengan Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Roman Smaradhana Elhaj ini diharapkan dapat memberi edukasi kepada masyarakat agar senantiasa mewaspadai bahaya narkoba yang kerap hadir bagai hantu bagi generasi penerus bangsa.

BidikNews pun pamit kepada Dirresnarkoba Polda NTB sembari menyodorkan tangan untuk bersalaman yang disambut dengan senyuman khas seorang Polisi bernama Roman Smaradhana Elhaj yang berpangkat Komisaris Besar Polisi.

Kombes Pol Roman Smaradhana Elhaj adalah seorang Perwira Menengah (Pamen) dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Roman Smaradhana memiliki nama Lengkap Kombes Pol Roman Smaradhana Elhaj, S.H., S.I.K., M.H.

Kombes Pol Roman Smaradhana Elhaj, SH., SIK., MH. sebelumnya menjabat sebagai Kabagpustaka Waketbidminwa Stik Lemdiklat Polri. Mulai Januari tahun 2025 Ia ditugaskan sebagai Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB).

Pewarta : Dae Ompu

0 Komentar