‎HMI Badko Bali Nusra Soroti Lomba "Pamer Aurat" di Fornas NTB

Ajunnarfid Ketua Bidang Pembangunan Daerah dan Pedesaan HMI Badko Bali Nusra

BidikNews.net
- Dalam perspektif Islam, memamerkan aurat dianggap sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Aurat adalah bagian tubuh yang harus ditutupi untuk menjaga kesopanan dan kehormatan diri.

‎Membuka aurat secara sengaja dianggap sebagai perbuatan tercela dan dapat menjerumuskan seseorang pada perbuatan maksiat. 

‎Islam, agama yang memuliakan manusia. Pemuliaan itu tercermin dalam seluruh ajaran-ajarannya. Perintah untuk menutup aurat.
‎ 
‎Sungguh pakaian merupakan penghias bagi manusia. Ia juga merupakan tanda kemajuan sebuah peradaban, tingginya kemuliaan serta lambang kesopanan. 

‎Sebaliknya ‘tak berpakaian’ merupakan salah satu indikasi budaya masyarakat primitif, tanda kehinaan serta merosotnya derajat manusia hingga serendah hewan atau bahkan lebih hina darinya. 

‎Oleh karenanya, setan selalu menggoda manusia agar menanggalkan pakaian, sementara Allâh Azza wa Jalla mewanti-wanti agar manusia tidak tertipu dengan godaan syaitan. Islam memerintahkan menutup aurat, dan melarang mengumbarnya. 

‎Dan yang perlu dicamkan yaitu tidaklah Islam memerintahkan sesuatu melainkan pasti ada bahaya bila perintah itu ditinggalkan, sebaliknya Islam tidak akan melarang dari sesuatu melainkan karena ada bahaya bila dilakukan.

‎Provinsi NTB merupakan penduduk Mayoritas Islam, kental akan keislaman, dengan dibuktikan salah satu pulaunya dijuluki pulau 1000 Masjid yaitu Pulau Lombok.

‎Agenda Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII,  di adakan open ceremony di halaman kantor Gubernur NTB. 

‎Sebagai tuan Rumah FORNAS perlu kita berbangga, karena ini ruang dan kesempatan menampilkan kemampuan para Atlet NTB, selain itu, ini kesempatan mempertunjukkan budaya masyarakat NTB.

‎Namun yang disesali, adanya Agenda FORNAS tersebut menampilkan olahraga yang jauh dari budaya lokal serta Syariat Islam, dengan penampilan busana terbuka mencoreng entitas daerah yang notabenenya kental akan ajaran islam.

‎Ajunnarfid Ketua Bidang Pembangunan Daerah dan Pedesaan HMI Badko Bali Nusra juga merupakan Mantan Ketua Umum HMI Cabang Dompu Raya, mempertanyakan terkait Penampilan salah satu Ajang olahraga Busana terbuka tersebut " Inikah NTB Makmur Mendunia yang di maksud, atau ajang Indonesia Emas ?"

‎Ajun Juga meminta agar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal perlu mengevaluasi dalam kebijakannya, agar tidak semestinya di adopsi budaya orang-orang kafir sebagai ajang festival, apa lagi hegemoni serta pengaruh dalam festival dapat merusak moral generasi bangsa dengan budaya mempertontonkan wanita dengan busana terbuka.

‎"Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Segera mengevaluasi kebijakannya, termaksud penampilan cabang Olahraga Binaraga atau body contest perempuan busana terbuka yang mencederai Pulau Seribu masjid"

‎"Saya meminta agar Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal agar meminta maaf secara terbuka kepada Masyarakat NTB, terkait Insiden tersebut" tutupnya.

‎Pewarta: Iwan.Westom

0 Komentar