Wakil Bupati Lombok Utara bersama tim Magister Teknik Sipil UNRAM saat menghadiri kegiatan workshop pengabdian masyarakat di Desa Segara Katon.
BidikNews.net – Guncangan gempa besar Lombok 2018 meninggalkan trauma mendalam dan pelajaran berharga bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kini, tujuh tahun berlalu, semangat untuk membangun kembali dengan lebih aman dan berkelanjutan terus hidup.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar oleh Program Magister Teknik Sipil Universitas Mataram (UNRAM), berupa Workshop Desain Bangunan Rumah dan Sekolah Tahan Gempa dengan Inovasi Balutan Lapisan Ferosemen pada Dinding, yang dilaksanakan di Kantor Desa Segara Katon, Kabupaten Lombok Utara.
Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 12 Juli 2025 ini menyasar para pelaku konstruksi lokal seperti tukang bangunan, mandor, dan kontraktor dari berbagai dusun di Desa Segara Katon. Sebanyak 23 peserta hadir dan terlibat aktif dalam diskusi dan simulasi, didampingi pula oleh mahasiswa KKN UNRAM di Desa Segara Katon yang turut membantu pelaksanaan kegiatan.
Workshop dibuka dengan sambutan dari Prof. Ir. Buan Anshari, ST., M.Sc (Eng)., Ph.D., IPM selaku Ketua Pelaksana, yang menekankan pentingnya edukasi teknis kepada masyarakat dalam menghadapi potensi gempa di masa depan. Sambutan dilanjutkan oleh perwakilan Kepala Desa, yang diwakili oleh Ketua BPD Segara Katon.
Ferosemen: Inovasi Tahan Gempa yang Praktis
Prof. Ir. Buan Anshari, ST., M.Sc (Eng)., Ph.D., IPM dan Peserta berpose bersama Wakil Bupati KLU
Sesi utama diisi oleh pemaparan materi dari Dr. Hariyadi, dosen Magister Teknik Sipil UNRAM, yang memperkenalkan ferosemen sebagai teknologi sederhana namun efektif dalam memperkuat struktur bangunan. Ferosemen merupakan kombinasi antara mortar dan anyaman kawat baja yang diaplikasikan pada dinding rumah, mampu meningkatkan ketahanan terhadap gaya lateral yang biasa terjadi saat gempa bumi.
Dalam penyampaiannya, Dr. Hariyadi menjelaskan tahapan konstruksi mulai dari desain pondasi, pemasangan kawat anyam pada dinding, hingga proses pelapisan akhir menggunakan mortar. Materi disampaikan secara sistematis dan aplikatif, diperkuat dengan tayangan video simulasi yang memberi gambaran nyata kepada peserta.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Banyak dari mereka mengajukan pertanyaan teknis seputar metode pemasangan hingga kesesuaian material dengan kondisi di lapangan.
Wakil Bupati Turut Hadir dan Apresiasi Kegiatan
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT. (tengah)
Sekitar pertengahan acara, Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT. hadir dan menyempatkan diri mengikuti jalannya kegiatan. Sebagai alumni Magister Teknik Sipil UNRAM, kehadiran beliau menjadi dorongan moral tersendiri bagi peserta dan panitia.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh tim pengabdian UNRAM dalam menyebarluaskan pengetahuan teknik konstruksi tahan gempa kepada masyarakat akar rumput.
Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan daerah, terutama bagi wilayah yang berada di zona rawan gempa seperti Lombok Utara.
Tak hanya menyimak, beliau juga turut berpartisipasi dalam sesi diskusi dengan menjawab beberapa pertanyaan dari peserta, khususnya yang berkaitan dengan dukungan dan peran pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan rumah yang lebih aman dan tahan bencana di tingkat desa.
Buku Panduan Praktis untuk Setiap Dusun
Penyerahan buku panduan teknis bangunan tahan gempa kepada perwakilan peserta dari masing-masing dusun di Desa Segara Katon.
Sebagai bentuk tindak lanjut, panitia membagikan buku panduan teknis kepada perwakilan peserta dari masing-masing dusun. Buku ini dirancang dengan bahasa yang mudah dipahami dan memuat tahapan lengkap pembangunan rumah dan sekolah menggunakan teknologi ferosemen. Harapannya, materi yang telah disampaikan dapat diimplementasikan langsung oleh masyarakat di lapangan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi teknik sipil dapat menjangkau masyarakat luas melalui pendekatan edukatif yang tepat. Ferosemen bukan sekadar teknologi bangunan, melainkan bentuk nyata dari usaha kolektif membangun budaya sadar risiko dan tanggap bencana di tingkat lokal.
Pewarta: Tim
0 Komentar