BidikNews.net - Ditengah Disiplinnya kehidupan militer, di keberanian menjadi harga mati, sosok Jenderal TNI (Purn.) Wismoyo Arismunandar muncul sebagai teladan yang tak hanya gagah di medan laga, tetapi juga tunduk dalam sujud kepada Sang Khalik.
Jenderal (Purn) TNI Wismoyo Arismunandar
Sebagai seorang prajurit sejati, Wismoyo selalu siap diterjunkan ke berbagai medan operasi—dari hutan belantara hingga daerah konflik yang penuh bahaya.
Namun, di balik tubuh tegap dan keberaniannya yang disegani, tersimpan pribadi yang amat religius dan lembut di hadapan Tuhan.
Di mana pun kakinya berpijak, zikir dan doa tak pernah lepas dari lisannya. Ketika malam turun dan pasukannya beristirahat, Wismoyo justru bangkit menegakkan salat tahajud.
Di bawah langit gelap dan desiran angin medan operasi, ia bersujud khusyuk, memohon petunjuk dan perlindungan Allah SWT untuk dirinya dan para prajurit yang ia pimpin.
Tak hanya itu, ibadah puasa sunnah juga menjadi amalan yang tak pernah ia tinggalkan, meskipun sedang menjalankan tugas berat di lapangan.
Bagi Wismoyo, menahan lapar dan haus bukan sekadar ujian fisik, melainkan latihan spiritual agar hatinya tetap bersih, sabar, dan teguh menghadapi segala rintangan.
Ketaatan itu bukan hanya untuk dirinya sendiri.
Sebagai pemimpin, ia selalu mengingatkan anak buahnya untuk tak lupa berdoa dan menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.
Dalam setiap pengarahan, disadur media ini dari beberapa sumber menyebutkan bahwa Wismoyo kerap menekankan bahwa kekuatan sejati seorang prajurit bukan hanya pada senjata dan strategi, tapi juga pada iman yang kokoh.
Keteladanan Jenderal Wismoyo Arismunandar menjadikannya bukan hanya sosok militer tangguh, tetapi juga seorang mujahid yang menjadikan ibadah sebagai napas perjuangan.
Di medan perang, ia tetap seorang hamba yang sujud. Di tengah gemuruh senjata, ia tetap mendengar panggilan Ilahi.
Pewarta: TIM
0 Komentar