Rektor UIN Mataram Prof. Masnun Tahir Serukan Gerakan Nasional, Wujudkan Kampus Jadi Garda Kemanusiaan Lewat Donor Darah Massal

Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag.

BidikNews.net,Mataram
- Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyerukan lahirnya gerakan kemanusiaan nasional berbasis perguruan tinggi melalui pelaksanaan One Day Donor Darah Massal dengan target 1.200 kantong darah. 

Seruan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi panitia sebagai bagian dari persiapan kegiatan donor darah yang akan digelar pada 15 Februari di kawasan Epicentrum Mall Mataram. Rabu, 20/01/2026

Prof. Masnun menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang tidak terpisahkan dari mandat keilmuannya. Kampus, menurutnya, harus tampil sebagai kekuatan etik yang hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan yang bersifat mendesak dan menyentuh kehidupan nyata.

“Kampus tidak boleh berdiri jauh dari realitas sosial. Selain mencerdaskan generasi bangsa, perguruan tinggi harus hadir untuk misi kemanusiaan. Setetes darah yang disumbangkan hari ini bisa menjadi penentu keselamatan hidup seseorang,” tegasnya.

Momentum menjelang bulan suci Ramadan dinilai sebagai ruang refleksi yang tepat untuk menguatkan nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial. Atas dasar itulah, UIN Mataram menginisiasi aksi donor darah massal dalam skala besar sebagai bentuk ibadah sosial yang menjembatani nilai keislaman dengan praktik kemanusiaan yang nyata dan berdampak.

Kegiatan One Day Donor Darah Massal ini dirancang melalui kolaborasi lintas sektor yang solid. Secara teknis, pelaksanaan akan melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI), tim medis RSUD Kota Mataram, RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Klinik UIN Mataram, serta didukung oleh Paguyuban Indonesia Tionghoa (INTI) NTB. 

Sinergi lintas institusi ini diharapkan mampu menjamin pelaksanaan kegiatan yang aman, profesional, dan optimal.

Lebih jauh, Prof. Masnun Tahir menyampaikan harapannya agar gerakan kemanusiaan ini dapat menjadi inspirasi dan role model bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia. 

Sebagai Ketua Forum Rektor PTKIN Indonesia, ia mendorong agar kampus-kampus PTKIN menjadikan aksi kemanusiaan sebagai bagian integral dari pengabdian kepada masyarakat dan penguatan nilai kebangsaan.

“Ketika kampus mampu menyatukan ilmu, empati, dan aksi, di situlah pendidikan menemukan makna terdalamnya sebagai proses memanusiakan manusia,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Mataram menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga konsisten menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, kolaborasi, dan solidaritas sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Humas-ppid UIN Mataram)

Pewarta: TIM


0 Komentar