SMAN 3 Mataram Terapkan Disiplin Positif Pada Siswa Terlambat Masuk

 

Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, S.Pd
Masalah kedisiplinan siswa menjadi sangat berarti bagi kemajuan sekolah, di sekolah yang disiplin akan selalu menciptakan proses pembelajaran yang baik. Sebaliknya pada sekolah yang tidak disiplin atau melanggar tata tertib maka proses belajar mengajar akan terasa tidak nyaman dan tidak teratur.

BidikNews.net,Mataram -  Di SMAN 3 Mataram Provinsi Nusa tenggara Barat, penerapan disiplin positif untuk siswa terlambat berfokus pada perbaikan perilaku melalui pendekatan edukatif, bukan hukuman.

SMAN 3 Mataram menegakkan kedisiplinan bagi siswanya yang terlambat datang ke sekolah, sebagai bagian dari upaya untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan.

Pihak sekolah melibatkan para guru pembina untuk memberikan kegiatan yang positif dan mendidik. Bagi siswa yang terlambat masuk sekolah, mereka melaksanakan kerja bakti bersama beberapa guru di area sekolah dan mengaji di Musholla Sekolah.

Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum, S.Pd, menjelaskan bahwa kerja bakti membersihkan halaman Sekolah dan mengaji di Musholla ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya kedisiplinan dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. 

“Kami ingin siswa tidak hanya disiplin waktu, tetapi juga peduli dengan kebersihan dan kerapihan lingkungan sekolah. Dengan bekerja bersama-sama, mereka dapat belajar tentang nilai gotong royong dan pentingnya saling membantu,” tutur Yuspita Martiningrum.

Suasana siswa yang sholat dan mengaji ketika penerapan disiplin siswa di Musholla SMAN 3 Mataram

Sejumlah siswa yang datang terlambat tampak sholat dan mengaji di Musholla serta bekerja bakti membersihkan halaman sekolah, Ruang Guru, dan merapikan taman. Para guru juga ikut serta dalam kegiatan ini untuk memberikan contoh yang baik kepada para siswa.

Penerapan disiplin pada siswa yang terlambat masuk sekolah ini kata Yuspita telah berlangsung sejak dua tahun lalu.

Beberapa siswi yang terlibat dalam kerja bakti, yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan pengalamannya. “Awalnya saya merasa malu, tapi setelah melihat betapa pentingnya menjaga kebersihan sekolah, saya jadi sadar. Semoga ke depannya saya bisa lebih disiplin dan tidak terlambat lagi,” tuturnya.

Begitu juga pengakuan siswa yang sholat dan mengaji di Musholla, dengan penerapan disiplin ini saya lebih rajin untuk mengaji sehingga saya menyadari bahwa kedispilinan itu sangat penting dan berarti untuk kami.” Ujar salah satu siswa usai membaca Al qur`an di Mushollah SMAN 3 Mataram.

Pada bagian lain para guru Pembina Sekolah juga memberikan pengawasan untuk memastikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan lancar dan dapat memotivasi siswa lainnya untuk lebih tepat waktu. 

Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum berharap agar kegiatan ini bisa menjadi pemicu bagi seluruh siswa dan siswi SMAN 3 Mataram untuk menjaga kedisiplinan dalam setiap aspek kehidupan sekolah.

Siswi ketika kerja bhakti membersihkan pekarangan dan halaman sekolah di SMAN 3 Mataram sebagai bentuk penerapan disiplin yang positif
Dengan adanya penerapan kedisiplinan yang positif dan mendidik ini, diharapkan seluruh siswa dan siswi SMAN 3 Mataram dapat menciptakan Sekolah yang agamis serta terciptanya lingkungan sekolah yang lebih tertib, bersih, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

“ Jadi kami tidak memberikan hukuman, tetapi menerapkan disiplin positif yang sudah diterapkan sejak 2 tahun yang lalu,  Dengan metode ini, siswa SMAN 3 Mataram diharapkan memahami kesalahannya, bertanggung jawab, dan termotivasi untuk memperbaiki diri. “tutur Yuspita.

Seorang siswa perlu memiliki sikap disiplin dengan melakukan latihan yang memperkuat dirinya untuk selalu terbiasa patuh sehingga dapat berkembang menjadi disiplin yang semakin kuat.” lanjut Yuspita

Maka dari itu dalam pelaksanaan disiplin harus didasarkan dalam diri siswa karena tanpa sikap kesadaran dari diri sendiri maka apapun usaha yang dilakukan oleh orang sekitar hanya akan sia-sia.

Untuk itu SMAN 3 Mataram dalam mewujudkan kedisiplinan siswa dalam sekolah, dengan menerapkan aturan pada siswa seperti siswa yang terlambat harus membaca surah Al-Qur’an sebelum masuk kelas, siswa harus menyapu atau membersihkan halaman sebelum masuk kelas agar siswa senantiasa berperilaku disiplin.” Tutup Yuspita Martiningrum.

Pewarta: Dae Ompu




0 Komentar