BidikNews.net,Jakarta - MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas polemik penilaian yang terjadi dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman,
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, mengakui adanya kelalaian dari dewan juri maupun panitia dalam pelaksanaan lomba.
Abcandra menegaskan bahwa MPR RI akan melakukan evaluasi besar terhadap sistem perlombaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Polemik mencuat saat sesi rebutan jawaban pada babak final yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Regu C dari SMAN 1 Pontianak merasa dirugikan setelah jawaban yang mereka sampaikan dianggap salah dan mendapat pengurangan nilai, sementara jawaban serupa dari Regu B SMAN 1 Sambas justru dinyatakan benar oleh dewan juri.
Keputusan tersebut langsung memicu protes dari peserta karena merasa telah menyebut jawaban yang sama, termasuk unsur “pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD)” dalam proses pemilihan anggota BPK.
Akbar menyayangkan munculnya polemik dalam ajang edukatif tersebut. Ia juga menyoroti perlunya perbaikan pada aspek teknis, termasuk tata suara dan mekanisme banding, demi menjaga objektivitas serta profesionalitas perlombaan.
Meski menuai kontroversi, yang drilis Kompas.com menyebutkan hasil akhir tetap menetapkan SMAN 1 Sambas sebagai juara LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Insiden pada final LCC empat pilar MPR RI tersebut pun viral diberbagai media masa dan media sosial yang memperlihatkan krkecewaan masyarakat se Indonesia.
Bahkan warga masyarakat menyarankan agar panitia selektif menetapkan dewan juri agar tidak ada lagi yang tuli seperti yang terjadi pada final LCC di Kalbar itu.
Pewarta: Tim.
0 Komentar