BidikNews.net,Mataram - Peringatan Malam Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah dilangsung Hari Senin (15/6) sejak menjelang maghrib oleh Takmir Masjid Al-Istiqlal di komplek Perumahan Pagesangan Indah Mataram. 
Prof. Dr. H. Ahmad Amir aziz, M.Ag,
Acara diawali dengan doa bersama akhir tahun untuk menutup penguhujung 1447 H. Dilanjutkan sholat maghrib berjamaan dan doa awal tahun.
Rangkaian acara selanjutnya adalah Khataman Al-Qur’an 30 juz oleh jamaah masjid. Teknisnya dengan membagi masing-masing orang 1 juz. Khataman ini dimaksudkan untuk mengawali tahun dengan mengaji/tadarrus bersama, memakmurkan masjid dengan kalam Ilahi agar memantapkan keyakinan di hati.
Dilanjutkan sholat isya’ berjamaah. Kemudian break sejenak untuk pembagian snack yang sudah disediakan kepada seluruh jamaah, sekaligus persiapan acara inti, yaitu uraian hikmah Tahun Baru Hijriyah.
MC memulai membuka acara, dilanjutkan pembacaan kalam Ilahi. Selanjutnya sambutan Ketua Takmir oleh Drs. H. Muhammad Tauhid.
Dalam penyampaiannya beliau mengingatkan tahun baru bertambah usia, tapi sebenarnya tambah kurang, karenanya perlu terus menambah bekal.
![]() |
| Ketua Takmir Masjid Al-Istiqlal Drs. H. Muhammad Tauhid ketika menyampaikan sambutan. |
Penceramah yang dihadirkan oleh panitia adalah Prof. Dr. H. Ahmad Amir aziz, M.Ag, guru besar UIN Mataram.
Pertama kali beliau mengapresiasi atas terlaksananya acara yang sangat penting ini seraya mengajak tradisi doa bersama akhir dan awal tahun dapat terus dilestarikan.
Ada 3 hal yang beliau sampaikan.
Pertama, tahun baru merupakan momentum untuk intropeksi diri. Tidak ada manusia yang sempurna, semua pasti ada dosa, salah, khilaf. Beberapa peristiwa penting terjadi.
Pada bulan Muharram Nabi Adam AS bertaubat kepada Allah SWT dari dosa-dosanya dan taubat tersebut diterima oleh Allah SWT. Kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi berlabuh dengan selamat, di mana pada saat itu dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan.
Pada bulan ini juga Nabi Ibrahim AS selamat dari siksa Namrud yaitu api yang membakar.
Demikian pula Nabi Yunus AS selamat yaitu keluar dari perut ikan hiu. Pesn pentingnya, kita harus perbanyak istighfar. Istifgharnya Nabi Adam dan juga Nabi Yunus, seyogyanya kita baca sesering mungkin.
Kedua, Makna hijrah ada dua. Ada hijrah bimakna umum, yaitu hijratul qulub wal jawarih (hijrah hati dan organ tubuh): hijrah kepada Allah dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hijrah dari kejelekan menuju kebaikan. Hijrah dari maksiat menuju ta’at. Hijrah lisan dari berkata bohong, dusta, ghibah dan mencaci, menuju berkata benar, jujur, apa adanya, amar ma’ruf nahi munkar. Kedua hijrah bimakna khusus, yaitu hijrah tempat.
Berpindah dari tempat yang sulit membuat Islam berkembang menuju tempat yang lebih menjajikan seperti hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatsrib yang kemudian diubah namanya menjadi Madinah.
Tradisi hijrah ini sudah dilakukan Nabi-nabi sebelumnya, misalnya Nabi Ibrahim. QS al-Ankabut ayat 26 menyatakan:
Dan berkatalah Ibrahim: "Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku); sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Kedua makna hijrah ini sama-sama penting, baik secara fisik maupun spiritual.
Saat kita menghadapi kesulitan atau tantangan, saatnya kita hijrah. Mencari tempat baru, komunitas baru, pekerjaan baru dan seterusnya, tetapi harus ditanamkan niat kuat semata mencari ridho Allah SWT.
Untuk menjaga agar keislaman kita makin kuat, kita harus berhijrah meninggalkan hal-hal yang dilarang atau yang tidak baik menuju yang lebih baik.
Ketiga, Janji Allah bahwa barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah maka dia akan mendapat tempat perlindungan dan rezeki yang banyak (QS. An-Nisa 100).
Karena itu Prof Amir Aziz mengingatkan, niatnya untuk berhijrah harus lurus semata karena Allah Swt. Karena kalau niatnya tidak karena Allah, maka seseorang hanya mendapatkan sesuai apa yang dia niatkan.
Terakhir beliau memotivasi jamaah warga komplek. Perumahan ini beragam latar belakang masyarakatnya dari berbagai daerah dan suku yang berbeda.
Masjid inilah tempat terbaik untuk membangun komunitas untuk saling mensupport, mencari kebaikan bersama, hidup rukun damai sejahtera.
Pewarta: TIM


0 Komentar