Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd. Kukuhkan Sebanyak 67 Guru Profesional di Kota Bima

Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd. 
Kota Bima kembali menjadi saksi lahirnya insan-insan pendidik profesional yang siap mengabdi bagi kemajuan pendidikan bangsa. 

BidikNews.net, Bima - Sebanyak 67 orang guru profesional peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Kementerian Hajji Kota Bima, Selasa, 21 Juli 2026. 

Momentum ini bukan sekadar seremoni penyerahan sertifikat pendidik, tetapi menjadi peneguhan komitmen bahwa guru merupakan aktor utama dalam membangun masa depan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas.

Acara pengukuhan diawali dengan sambutan sekaligus pembinaan dari Ketua LPTK UIN Mataram, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd. 

Dalam suasana yang penuh semangat dan refleksi, Prof. Dr. H. Maimun, M.Pd.  mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru merupakan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. 

Gelar Gr. (Guru Profesional) yang kini melekat di belakang nama para peserta, menurutnya, bukan sekadar tambahan identitas akademik, melainkan simbol amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui dedikasi dan integritas dalam menjalankan profesi.


Prof. H. Maimun menegaskan bahwa guru profesional adalah guru yang mampu memadukan dua karakter utama, yaitu berkarakter kinerja dan berkarakter moral. 

Karakter kinerja tercermin dari kemampuan guru untuk terus meningkatkan kompetensi, bekerja secara disiplin, kreatif, inovatif, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang berdampak nyata bagi peserta didik. 

Sementara karakter moral menjadi fondasi yang tidak boleh ditinggalkan, karena seorang guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk akhlak, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan keteladanan.

"Profesionalisme guru tidak hanya diukur dari sertifikat yang dimiliki, tetapi dari bagaimana ilmu, sikap, dan integritas itu hadir setiap hari di ruang kelas," ungkapnya. Menurut beliau, masyarakat akan lebih mudah mengingat keteladanan seorang guru dibandingkan materi pelajaran yang diajarkan. Oleh karena itu, kualitas moral harus selalu berjalan beriringan dengan kualitas kompetensi.

Dalam pembinaannya, Ketua LPTK UIN Mataram juga memberikan pesan yang sederhana, namun sangat relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.

Ia mengajak seluruh guru untuk membangun pembelajaran yang hidup melalui tiga prinsip utama, yaitu: "Buat diri Anda menarik, buat materi Anda menarik, dan buat kelas Anda menyenangkan."


Pesan tersebut mengandung makna yang sangat mendalam. Guru terlebih dahulu harus menjadi pribadi yang inspiratif, memiliki semangat belajar sepanjang hayat, serta mampu membangun komunikasi yang hangat dengan peserta didik. Ketika guru tampil menarik melalui wawasan, sikap, dan kepribadiannya, peserta didik akan lebih mudah termotivasi untuk belajar.

Selanjutnya, materi pembelajaran juga harus dikemas secara kreatif. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, guru dituntut mampu mengubah materi yang kompleks menjadi pengalaman belajar yang mudah dipahami, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. 

Pembelajaran tidak lagi cukup hanya dengan ceramah, tetapi harus menghadirkan dialog, eksplorasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi sebagai media belajar.

Prinsip ketiga, yakni menciptakan kelas yang menyenangkan, menjadi penegasan bahwa suasana belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pendidikan. Kelas yang penuh rasa aman, saling menghargai, komunikatif, dan membangun rasa ingin tahu akan melahirkan peserta didik yang aktif, percaya diri, dan memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, H. Mansyur, S.Ag., dalam sambutannya sekaligus secara resmi membuka acara pengukuhan, menyampaikan apresiasi kepada LPTK UIN Mataram atas komitmennya dalam mencetak guru-guru profesional yang siap menjawab tantangan pendidikan di era perubahan.


H. Mansyur, S.Ag., mengingatkan bahwa dunia pendidikan saat ini bergerak sangat cepat. Perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, serta dinamika sosial menuntut guru untuk tidak pernah berhenti belajar. 

Guru tidak boleh merasa cukup hanya dengan ilmu yang dimiliki hari ini, tetapi harus terus mengembangkan kompetensi, memperbarui metode pembelajaran, dan memperluas wawasan agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, H. Mansyur menyampaikan empat pesan inspiratif yang menjadi pedoman bagi seluruh guru profesional. 

Pertama, "Be the Best Teacher", jadilah guru terbaik yang selalu memberikan kemampuan maksimal dalam setiap proses pembelajaran. 

Kedua, "Be a Professional Teacher", jadilah guru yang profesional dengan menjaga kompetensi, etika, dan tanggung jawab terhadap profesinya.

Pesan ketiga adalah "Be a Great Teacher", yakni menjadi guru hebat yang mampu menginspirasi, memotivasi, dan membangkitkan potensi terbaik peserta didik. Guru hebat tidak hanya mengajar, tetapi juga mampu mengubah cara berpikir, membangun karakter, serta menanamkan harapan kepada generasi muda.


Pesan terakhir yang tidak kalah penting adalah "Be a Role Model", jadilah teladan. Menurut beliau, guru merupakan figur yang setiap hari diperhatikan oleh peserta didik. 
Apa yang dilakukan guru sering kali lebih berpengaruh daripada apa yang diucapkannya. Karena itu, keteladanan menjadi kekuatan utama seorang pendidik dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Suasana haru dan bangga semakin terasa ketika prosesi pengukuhan berlangsung. Satu per satu guru menerima pengakuan sebagai guru profesional setelah melalui rangkaian proses Pendidikan Profesi Guru yang menuntut kesungguhan, disiplin, dan komitmen tinggi. Pengukuhan tersebut menjadi simbol lahirnya tanggung jawab baru untuk terus menjaga kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan sertifikat pendidik kepada seluruh peserta sebagai bukti resmi bahwa mereka telah memenuhi standar kompetensi sebagai guru profesional. Penyerahan sertifikat tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh para peserta yang kini mengemban amanah baru untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan.

Pengukuhan 67 guru profesional ini menjadi pesan optimistis bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah menghadirkan guru-guru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam moral, unggul dalam kompetensi, serta mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik. 

Dari Kota Bima, semangat profesionalisme kembali diteguhkan: guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketika guru terus belajar, terus berbenah, dan terus menjadi teladan, maka sekolah akan menjadi ruang yang melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Pewarta: TIM


0 Komentar