Pemimpin Zalim

Gambar: Repro BidikNews.net
BidikNews.net - Kata zalim berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah gelap. Secara umum perbuatan zalim adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Orang yang berbuat zalim disebut zhalimin. Sedangkan lawan kata zalim adalah adil. Adapun yang dimaksud meletakkan sesuatu pada tempatnya adalah meletakkan hukum Allah sebagai dasar pijakan atas semua kebijakan. 

Kalimat zalim bisa juga digunakan untuk melambangkan sifat kejam, bengis, tidak berperikemanusiaan, suka melihat orang dalam penderitaan dan kesengsaraan, melakukan kemungkaran, penganiayaan, kemusnahan harta benda, ketidak adilan dan banyak lagi pengertian yang dapat diambil dari sifat zalim tersebut, yang mana pada dasarnya sifat ini merupakan sifat yang keji dan hina, dan sangat bertentangan dengan akhlak dan fitrah manusia.

Demikian pula apabila kezaliman itu dilakukan oleh seorang pemimpin. Contoh; Presiden yang menetap kebijakan yang membuat rakyat menderita, seperti menaikkan harga BBM yang mengakibatkan berbagai kebutuhan hidup melonjak, serta pungutan pajak kepada rakyat dengan berbagai cara sehingga menyengsarakan rakyat.

Seorang pemimpin terdiri dari dua golongan, yaitu pemimpin yang baik dan zalim. Kezaliman seorang pemimpin bisa dilihat dari bagaimana cara dia memegang suatu jabatan atau kekuasaan, seperti tidak adil, tidak transparan, dan setiap kebijakannya menyusahkan rakyat. 

Di dunia yang serba kompetitif ini memang banyak membuat seseorang ambisius dalam mendapatkan sesuatu hal yang dia mau. Tidak terkecuali seorang pemimpin yang diamanahi sebuah jabatan.

Pemimpin yang zalim di dunia ini tentu banyak sekali. Banyak dari mereka yang kehilangan jati dirinya sebagai hamba, sehingga mereka sibuk memperkaya dan melakukan sesuatu demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. 

Akan tetapi, mereka melupakan pengadilan tertinggi, bagi seorang pemimpin zalim akan diadili di hadapan Allah Swt dan itu akan setimpal dengan apa yang mereka lakukan. 

Di masa sekarang, jalan nasihat dan doa tetap menjadi pilihan bijak. Doakan agar pemimpin diberi petunjuk, sembari terus menyuarakan kritik dengan cara yang konstruktif dan santun. Jangan biarkan kezaliman dibiarkan, tapi jangan pula menyalakan api fitnah dengan sembrono. 

Islam memandang kezaliman sebagai musuh yang harus dilawan tapi dengan hikmah dan perhitungan matang. Rakyat diajarkan untuk menolak kezaliman dengan cara  bisa lewat doa, nasihat, kritik terbuka.

Di zaman yang serba cepat ini, kadang kita tergoda ingin perubahan instan. Tapi sejarah mengajarkan bahwa perubahan besar dimulai dari keberanian yang bijak, bukan kemarahan yang buta. (dihimpun ari berbagai sumber)

Pewarta: TIM


0 Komentar