Tim Periset UIN Mataram Gelar Workshop Implementasi Tata Kelola QSL di Lombok Timur

Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag, bersama tim periset, Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag, dan Pimpinan Pondok Pesantren Irsyadul Ummah, TGH. Lutfi Arsyad, M.Sy,  berpose bersama usai kegiatan
BidikNews.net, Mataram - Tim periset MoRA The AIR Funds Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram baru saja menggelar workshop implementasi tata kelola Quran Smart Learning (QSL). Kegiatan edukatif ini berlangsung pada hari Senin (20 Juli 2026) bertempat di Pondok Pesantren Irsyadul Ummah Kuang Derek, Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. 

Agenda strategis tersebut dihadiri secara langsung oleh jajaran pengurus pondok pesantren beserta para ustadz dan ustadzah yang bertugas di lembaga tersebut. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan platform dan sistem manajemen QSL sebagai instrumen baru dalam dunia pendidikan Islam. 

Melalui program ini, tim periset ingin memberikan pemahaman mendalam mengenai metode integrasi teknologi dalam pembelajaran agama. Langkah awal ini diharapkan mampu menyamakan persepsi antara tim peneliti dan pihak pesantren agar penerapan program ke depan dapat berjalan secara berkesinambungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam pengembangan model tata kelola pembelajaran bahasa Arab berbasis Al-Qur'an yang lebih sistematis, adaptif, dan berbasis teknologi. Di era digital saat ini, modernisasi pesantren menjadi sebuah keniscayaan tanpa harus menanggalkan nilai-nilai luhur tradisional. 

Kehadiran QSL dirancang khusus untuk menjembatani kebutuhan metode belajar yang interaktif, cepat dipahami, namun tetap menjaga otentisitas keilmuan Islam.

Dalam sambutan pengantar sebelum sesi dimulai, Pimpinan Pondok Pesantren Irsyadul Ummah, TGH. Lutfi Arsyad, M.Sy, menyambut baik kehadiran tim periset UIN Mataram di lembaga yang dipimpinnya. 

Beliau menyatakan akan menyimak sepenuhnya desain dan tata kelola QSL sebagai hal baru yang sangat penting untuk pengembangan mutu pesantren. Pihak pesantren juga berharap kolaborasi akademis seperti ini dapat terus berlanjut demi mencetak santri yang menguasai Bahasa Arab berbasis al-Qur’an.

Ketua tim periset, Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, ketika menyampaikan materi Quran Smart Learning (QSL)
Ketua tim periset, Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag, yang juga Guru Besar UIN Mataram pada sesi pertama memaparkan latar belakang mendalam di balik gagasan model Quran Smart Learning (QSL) ini. 

Beliau menuturkan bahwa selama ini terdapat fenomena umum di mana para santri membutuhkan waktu yang relatif lama untuk bisa menguasai bahasa Arab dengan baik. Kondisi tersebut mendorong tim periset untuk merancang sebuah formula dan cara baru yang efisien, guna mempercepat akselerasi penguasaan bahasa asing tersebut di lingkungan pesantren.

Dalam penjelasannya, beliau menambahkan bahwa cara kerja metode QSL ini dilakukan dengan mengarahkan fokus santri secara langsung pada ayat-ayat Al-Qur'an. Pola pendekatan ini terbukti mampu mempercepat para peserta didik dalam memahami makna mendalam sekaligus pesan-pesan substantif yang terkandung di dalam kitab suci. Pembelajaran tidak lagi sekadar menghafal kaidah teori bahasa yang kaku, melainkan langsung mempraktikkannya melalui teks-teks wahyu yang autentik. 

Model pendekatan kontekstual ini sebenarnya mengadopsi tradisi intelektual para ilmuwan Muslim terdahulu dalam menuntut ilmu. Di masa keemasan Islam, para ulama dan ilmuwan besar selalu menjadikan Al-Qur'an sebagai hafalan sekaligus objek pengkajian utama sebelum mereka mempelajari cabang ilmu pengetahuan lainnya. 

Dengan menghidupkan kembali metode klasik yang dikemas dalam teknologi modern ini, tim periset optimistis para santri dapat menguasai bahasa Arab secara lebih cepat, adaptif, dan berbasis teknologi.

Pada sesi kedua, Anggota tim periset, Dr. M. Firdaus, M.S.I, secara detail menjelaskan prinsip-prinsip mendasar serta tahapan sistematis dalam implementasi pembelajaran Quran Smart Learning (QSL). 

Beliau memaparkan bahwa program ini dirancang berjenjang, di mana QSL Level 1 akan berfokus penuh pada pengembangan kompetensi leksikal para peserta didik. Pada tahap awal ini, para santri akan dilatih secara intensif untuk menguasai kosakata baru, menghitung jumlah kata secara presisi, hingga melakukan penerjemahan ayat-ayat Al-Qur'an secara indah dan kontekstual.


Guna memaksimalkan efektivitas metode tersebut, 60 hingga 70 ayat pertama dari Al-Qur'an Surah Al-Baqarah dipilih dan ditetapkan sebagai bahan kajian utama. 

Dr. M. Firdaus menekankan bahwa jika kepekaan (sense) berbahasa para santri sudah terbentuk melalui metode ini, mereka secara otomatis akan menjadi jauh lebih akrab dan dekat dengan Al-Qur'an. Kedekatan inilah yang nantinya menjadi fondasi kuat bagi para santri untuk melanjutkan ke tingkat pembelajaran bahasa Arab yang lebih tinggi dan kompleks.

Forum ini sekaligus berfungsi sebagai ruang penyamaan persepsi ini berjalan dengan sangat produktif. Pertemuan tersebut berhasil melahirkan kesepakatan konkret, yakni penerapan metode pembelajaran QSL secara intensif yang akan dimulai dalam waktu dekat. 

Pondok akan menunjuk tim pelaksana QSL yang terdiri atas ketua, beberapa tutor dan admin. Mereka akan diundang ke Mataram untuk mengikuti Coaching penerapan metode QSL akhir bulan Juli, sehingga awal Agustus program ini dapat mulai dilaksanakan.

Melalui penerapan model pembelajaran baru ini, pihak pesantren menaruh harapan besar terhadap dampak jangka panjang yang akan dihasilkan. Jika model QSL ini terbukti sukses, program tersebut akan menjadi branding kuat bagi pondok pesantren.

Pewarta: TIM


0 Komentar