BidikNews.net,Sumbawa - Mewakili Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menghadiri Acara Tasyakuran Ulang Tahun ke-10 Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Pamanto, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (18/7).
Acara Tasyakuran Ulang Tahun ke-10 Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Pamanto, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (18/7).
Dalam kesempatan tersebut, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan salam hangat sekaligus apresiasi mendalam dari Presiden Prabowo kepada pendiri PMI Dea Malela, Bapak Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, beserta seluruh pengasuh dan santri. Pemerintah menilai PMI Dea Malela telah bertransformasi menjadi pusat pendidikan Islam yang visioner di Indonesia Timur.
Yusril Ihza Mahendra menyampaikan, Satu dekade perjalanannya membuktikan komitmen PMI Dea Malela dalam mencetak generasi muda yang unggul secara intelektual, berwawasan global, serta kokoh secara spiritual.
Visi ini selaras dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pembangunan SDM berkualitas, penguatan sains dan teknologi, serta pemantapan ideologi bangsa.
Ini membuktikan bahwa Indonesia terus membuktikan diri mampu menjadi kiblat peradaban Islam yang moderat (wasathiyah) dan damai bagi dunia.” Ujar Yusril Ihza Mahendra
Pemerintah menilai PMI Dea Malela telah berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam di kawasan Indonesia Timur dengan mengedepankan kurikulum yang memadukan sains modern, kepemimpinan, dan nilai-nilai keislaman.
Yusril mengatakan keberadaan santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun sejumlah negara mulai dari Rusia, Thailand, Kamboja, hingga Timor Leste—menjadi bukti nyata visi "From Sumbawa to the World".
menunjukkan semakin luasnya jangkauan pendidikan yang dikembangkan pesantren tersebut.
Pesantren Modern Internasional Dea Malela didirikan oleh Din Syamsuddin dengan mengusung visi From Sumbawa to the World.
Pesantren ini dikembangkan sebagai pusat pendidikan Islam bertaraf internasional yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan ilmu pengetahuan dan pengembangan karakter.
Peringatan satu dekade PMI Dea Malela turut dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, tokoh nasional, perwakilan negara sahabat, ulama. Serta pejabat dan tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Pewarta: TIM
0 Komentar