KONI NTB Suksesi “Dalam Bara” Iqbal - Mori Gagal Masuk Bursa Calon, Hj. Dinda Bakal Jadi Pilhan Alternatif

Foto: Repro BidikNews
BidikNews,NTB - Pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026–2030 memanas akibat persaingan antara petahana Mori Hanafi dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, yang berujung pada keputusan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menyatakan kedua bakal calon tersebut tidak lolos syarat verifikasi (TMS).

Seteru Pemilihan Ketua KONI NTB antara Mori Hanafi (ketua petahana dan anggota DPR RI) berhadapan dengan Lalu Muhamad Iqbal (Gubernur NTB) yang mendapat dukungan dari sejumlah KONI kabupaten/kota serta cabang olahraga ini mewarnai dinamika dukungan politik serta persiapan menghadapi PON XXII Nusa Tenggara 2028.

Informasi terbaru menyebutkan  Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP ) KONI NTB mengumumkan bahwa berkas kedua bakal calon yakni Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dalam tahapan verifikasi. 

Meski Pejabat publik seperti gubernur, bupati, atau wali kota diperbolehkan menjabat sebagai Ketua KONI, akan tetapi syarat utamanya adalah figur yang bersangkutan tetap wajib memenuhi unsur kompetensi di bidang keolahragaan (seperti memiliki latar belakang atau pengalaman pembinaan olahraga).

Dengan gagalnya dua kandidat ini melaju sebagai Calon Ketua KONI NTB,  situasi pun makin memanas sehingga perebutan posisi Ketua Umum KONI NTB periode 2026-2030 disebut sebagai suksesi dalam “Bara”.

Kepada wartawan, Wakil Ketua TPP Andik Budi Hariono, mengungkapkan bahwa dari tiga orang yang mengambil formulir pendaftaran, hanya dua orang yang mengembalikan berkas, sementara satu orang lainnya tidak mengembalikan formulir hingga batas waktu yang ditentukan. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi secara mendalam, kedua nama Mori Hanafi dan Miq Iqbal tidak lolos ke tahap selanjutnya.

”Dari dua bakal calon ini, kami nyatakan dari TPP adalah tidak memenuhi syarat,” tegas Andik Budi Hariono dalam konferensi persnya. 

Penyebab gagalnya dua kandidat untuk lolos sebagai calon Ketua Koni dijelaskan Andik . 

Untuk Mori Hanafi, kendala utama terletak pada dukungan dari KONI kabupaten/kota yang kurang dari batas minimal 30 persen. Hal ini terjadi lantaran adanya dukungan ganda dari beberapa daerah, yaitu Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Dompu, yang juga memberikan dukungan kepada kandidat lain sehingga dukungan tersebut dinyatakan batal atau gugur.

Beberapa cabor yang terdeteksi memberikan dukungan ganda antara lain IBCA MMA, aerosport (FASI), anggar (IKASI), voli (PBVSI), tenis lapangan (Pelti), dan panjat tebing (FPTI).

Sedangkan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP)  menyatakan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki pengalaman memimpin atau menjabat sebagai ketua umum pengprov cabang olahraga (cabor) maupun KONI kabupaten/kota.

Dengan tidak terprnuhinya persyaratan itu, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menegaskan dua bakal calon itu belum dapat ditetapkan sebagai Calon ri bakal calon menjadi calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030. 

”Tugas kami selesai, laporan hasil seluruh tahapan proses yang dilakukan TPP telah dserahkan kepada Ketua KONI NTB,” tegas Andik.

Mengenai kelanjutan proses pemilihan atau kemungkinan pembukaan kembali pendaftaran, TPP menyerahkan sepenuhnya mekanisme tersebut kepada KONI NTB yang nantinya akan berkomunikasi dengan KONI Pusat.

Setelah kedua bakal calon dinyatakan tidak memenuhi syarat, langkah selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan KONI NTB. 

Dua figur yang sebelumnya dianggap paling potensial, yakni petahana Mori Hanafi dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, sama-sama gugur di tahap verifikasi administrasi. 

Hj. Dinda Bakal jadi Pilihan Alternatif

Pada bagian lain ditengah sistuasi pemilihan ketua KONI NTB yang kian memanas  sejumlah pengamat melihat situasi ini sebagai seteru yang tak akan berujung. Jika in benar terjadi maka KONI NTB akan mengambil alternative lain dengan menghadirkan Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.I.P yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB sebagai pilihan alternative untuk menduduki tahta KONI NTB peride berikutnya.

Pilihan kepada Wagub NTB yang akrab disapa Umi Dinda ini cukup beralasan mengingat figure perempuan satu ini dinilai memilki talenta yang mampu meredakan situasi KONI NTB yang tengah berada dalam situasi yang kian mencekam.

Oleh banyak kalangan, kehadiran Umi Dinda sebagai salah satu calon Ketua KONI NTB sangat beralasan mengingat pesta Olah Raga Nasional (PON ) ke-XXII tahun 2028 tengah berada di depan mata.

Tentu saja, situasi dan kondisi NTB sebagai salah satu tuan rumah bersama NTT dan DKI Jakarta menjadi jaminan PON XXII dapat terlaksana dengan aman lancer dan sukses.

Jika nantinya pilihan alternative jatuh ke Hj. Dinda Damayanti (wagub NTB) maka persiapan Provinsi NTB sebagai tuan rumah PON dapt terlaksana dengan baik sekaligus menghindari terjadinya iak-riak kepentingan antara dua kubu yang gagal masuk calon ketua KONI terus belanjut hingga pelaksanaan PON XXII 2028 mendatang.

Masuknya Hj. Dinda sebagai Ketua Alternatif di KONi NTB sekaligus menjawab pesan Presiden Prabowo melalui  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir bahwa penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 harus dilaksanakan secara efisien dan transparan. 

Sseluruh proses persiapan hingga pelaksanaan harus mengedepankan tata kelola yang baik serta berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga nasional.” Pesan Presiden Prabowo yang disampaikan Menteri Erick Tohir.

Pewarta: Dae Ompu





0 Komentar