Memilukan, Guru SMKN 1 Woha Bima NTB Babak Belur Dihajar Murid yang Tak Beradab


Dunia pendidikan di NTB kembali tercoreng setelah seorang guru dianiyaya anak didiknya usai menegur seorang siswa untuk tidak merokok di dalam kelas. Tak terima ditegur gurunya, siswa yang tak beradab itu naik pitam dan menghajar sang guru hingga babak belur. 

BidikNews,Bima,NTB - Peristiwa naas itu menimpa seorang guru di SMKN 1 Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bernama Muhammad Sofyan. Kejadian itu terjadi pada Selasa pagi (7/11/23). Muhammad Sofyan menjadi korban setelah siswa inisial MH (16) memukul wajahnya berkali kali hingga babak belur.

Kejadian ini tentu sangat memilukan sekaligus memalukan dunia pendidikan di provinsi NTB. Peristiwa ini juga sontak membuat geram berbagai pihak hingga sumpah serapah pun diarahklan pada pelaku, karena merasa iba dan kasihan kepada guru yang menjadi korban keganasan siswa yang tak beradab itu. 

Muhammad Sofyan (33 tahun) guru di SMKN 1 Woha itu diketahui berasal dari Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima sedangkan siswa yang tak beradab itu berinisial MH (16 tahun) asal Desa Tente, Kecamatan Woha 

Kejadian tersebut bermula saat Muhammad Sofyan mendapati MH bersama sejumlah siswa lainnya sedang merokok di dalam kelas. Sebagai guru di sekolah itu Sofyan menegur dan memperingatkan MH dan teman-temannya untuk tidak merokok didalam kelas karenma melanggar aturan sekolah.

Tak terima ditegur pelaku MH dan teman-temannya merasa tersinggung dan akhirnya peristiwa yang tak beradab itu terjadi,Muhammad Sofyan dipukul berkali kali hingga wajahnya babak belur.

Pasca peristiwa itu pihak sekolah setempat telah memanggil terduga pelaku dan orang tua wali murid. Mereka telah diberikan pembinaan dengan pemberian sanksi siswa terkait dikembalikan ke orang tuanya untuk mencari sekolah lain yang cocok buat dia.

Selain saksi dikembalikan ke orang tuanya, terduga pelaku juga telah dilaporkan ke Mako Polsek Woha. Kepala sekolah berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus pemukulan tersebut agar memberikan efek jera terhadap bersangkutan dan peserta didik lainnya.

Di Kepolisian Sektor (Polsek) Woha, Kab. Bima. Pelaku MH beserta orang tuanya pun dipertemukan dengan Sofyan. Pihak kepolisian kemudian menawarkan pendekatan restorative justice untuk menyelesaikan kasus ini. 

Peristiwa siswa pukul guru di SMKN 1 woha ini menjadi viral di media sosial dan mendapat beragam tanggapan dari warga Bima sendiri, yang mengecam tindakan tak beradab oleh siswa kepada seorang guru bernama Muhammad sofyan.

Banyak warga masyarakat yang berharap Semoga peristiwa seperti ini tak terulang kembali pada guru yang lain. Dan Tak sedikit pula agar para orang bua dirumah bisa memantau pergaulan anak-anaknya di lingkungan sekitar masintg-masing. 

Pewarta: Tim BidikNews


0 Komentar