Workshop di Lombok Utara, Fakultas Teknik Sipil Unram Kenalkan Inovasi Dinding Tahan Gempa Ferosemen, Solusi Murah Meriah

Prof. Ir. Buan Anshari, ST., MSc (Eng)., Ph.D., IPM. selaku Ketua Pelaksana kegiatan ketika menyampaikan materi. 
BidikNews.net - Dalam upaya meningkatkan ketahanan bangunan terhadap bencana gempa bumi, Program Studi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram) menggelar Workshop Pengabdian Masyarakat bertema “Desain Rumah dan Sekolah Tahan Gempa dengan Inovasi Balutan Lapisan Ferosemen pada Dinding”.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (12/7/2025), bertempat di Kantor Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara—daerah yang sempat menjadi wilayah terdampak paling parah saat gempa besar tahun 2018 silam.

Acara dibuka oleh Prof. Ir. Buan Anshari, ST., MSc (Eng)., Ph.D., IPM. selaku Ketua Pelaksana kegiatan dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara

Dalam sambutannya, Prof. Buan menekankan pentingnya membangun rumah dan sekolah dengan struktur yang kuat dan adaptif terhadap gempa, sebagai bentuk mitigasi bencana berbasis teknologi teknik sipil.

“Kami ingin mendorong masyarakat membangun dengan pendekatan ilmiah dan berkelanjutan. Ferosemen adalah salah satu teknologi sederhana tapi sangat efektif dalam memperkuat struktur dinding,” ujar Prof. Buan.

Sebagai narasumber utama, Dr.Eng. Hariyadi, ST., MSc (Eng)., dirilis ISNEWS, 16, Juli 2025 menjelaskan secara teknis konsep struktur bangunan tahan gempa dengan balutan lapisan ferosemen, yaitu metode memperkuat dinding bata dengan balutan kawat (wiremesh) yang dilapisi mortar semen khusus.

Foto bersama usai kegiatan
Teknologi ini terbukti mampu meningkatkan kapasitas dinding terhadap guncangan lateral gempa secara signifikan.

“Ferosemen bukan teknologi mahal. Ini adalah solusi sederhana, bisa diaplikasikan oleh tukang lokal, dan sangat efektif menahan gaya geser gempa. Ini ilmu yang wajib diterapkan pasca-bencana,” jelas Dr. Hariyadi.

Teknologi ferosemen di Indonesia mulai dikenal luas berkat sosok mendiang Dr. Ir. Teddy Boen, M.Eng., Ph.D., seorang pakar teknik sipil dan perintis teknik bangunan tahan gempa di Indonesia.

Teddy Boen adalah sosok yang memperjuangkan agar rumah rakyat di daerah rawan gempa diperkuat dengan sistem balutan ferosemen. Ia mengedukasi masyarakat melalui pelatihan, video tutorial, dan simulasi langsung.

Metode Pembuatan Dinding Ferosemen:
1. Permukaan dinding dibersihkan dari debu dan kotoran.
2. Wiremesh (kawat ayam atau besi jaring baja ringan) ditempelkan merata 
        di seluruh permukaan dinding.
3. Dilakukan penyemprotan atau pelapisan mortar semen-pasir dengan rasio campuran tertentu.
4. Proses curing (perawatan) dilakukan minimal 7 hari agar ikatan kuat dan tidak retak.
5. Opsional: ditambah tulangan horizontal dan vertikal di setiap pertemuan dinding 
        untuk memperkuat simpul bangunan.

Pewarta: Dae Ompu


0 Komentar