BidikNews,Mataram - Sebanyak 1.663 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahap kedua bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN). Kegiatan berlangsung di Auditorium Kampus 2 UIN Mataram, Senin (10/8/2026), dalam suasana penuh antusiasme menyambut fase baru kehidupan akademik.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag.,ketika memberikan sambutan
PBAK tahun ini memiliki keistimewaan tersendiri. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap mengikuti jalur penerimaan mahasiswa baru UIN Mataram.
Tahap pertama diperuntukkan bagi mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBT dan SPAN, tahap kedua bagi mahasiswa jalur UMPTKIN, dan tahap ketiga nantinya akan diikuti oleh mahasiswa yang diterima melalui jalur Mandiri.
Wakil Rektor III UIN Mataram, Prof. Dr. H. Jumarim, M.Hi., dalam sambutannya mengatakan bahwa PBAK tahun ini semakin istimewa karena tidak hanya diikuti mahasiswa dari dalam negeri, tetapi juga mahasiswa internasional.
“PBAK tahun ini istimewa karena dilaksanakan dalam tiga tahap sesuai dengan jalur penerimaan mahasiswa baru. Hari ini merupakan tahap kedua untuk mahasiswa yang lulus melalui jalur UMPTKIN,” ujarnya.
Menurut Jumarim, kehadiran mahasiswa internasional menjadi warna baru bagi kehidupan akademik di UIN Mataram. Dari 50 mahasiswa asing yang dinyatakan lulus melalui jalur internasional, sebanyak 28 mahasiswa telah mengikuti PBAK pada tahap kedua ini.
Wakil
Rektor III UIN Mataram, Prof. Dr. H. Jumarim, M.Hi.,
Para mahasiswa internasional tersebut berasal dari berbagai negara, sehingga keberadaan mereka di UIN Mataram diharapkan tidak sekadar menambah jumlah mahasiswa asing, tetapi juga membuka ruang interaksi dan pembelajaran lintas bangsa.
“Dengan adanya mahasiswa internasional, mahasiswa kita dapat berdiskusi dan berinteraksi antarbangsa. Mahasiswa reguler akan belajar memahami bahasa asing, sementara mahasiswa asing akan belajar memahami bahasa Indonesia,” jelasnya.
Wakil Rektor III menilai interaksi tersebut merupakan bagian penting dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Kampus tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan dari buku dan ruang kuliah, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang, budaya, bahasa, dan pengalaman.
PBAK UIN Mataram juga dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. Berbagai materi yang diberikan disesuaikan dengan tantangan kehidupan mahasiswa dan perkembangan situasi kekinian.
Beberapa di antaranya adalah materi tentang anti-bullying, etika bermedia sosial, serta berbagai materi lain yang relevan dengan kehidupan mahasiswa di era digital.
Menurut Jumarim, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, etika, dan kecakapan sosial agar mampu menjadi bagian dari lingkungan akademik yang sehat dan produktif.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menyebut sebanyak 1.635 mahasiswa dalam negeri dan 28 mahasiswa asing hadir dalam PBAK tahap kedua tersebut.
“Selamat datang di kampus UIN Mataram. Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru, baik dari dalam negeri maupun mahasiswa internasional,” ungkap Rektor.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Rektor mengingatkan bahwa mereka kini telah memasuki babak baru dalam perjalanan hidup. Mereka bukan lagi siswa sekolah, melainkan mahasiswa yang memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap masa depan dirinya, masyarakat, bangsa, dan agama.
“Wajah-wajah mahasiswa baru ini masih menyimpan banyak mimpi. Mulai hari ini, hati dan pikiran harus mulai dibangun. Berkuliahlah dengan sungguh-sungguh. Status kalian sudah berubah, dari siswa menjadi maha-siswa,” pesan Masnun.
Menurutnya, perubahan status tersebut bukan sekadar perubahan istilah. Menjadi mahasiswa berarti memasuki dunia yang menuntut kemandirian berpikir, kedewasaan bersikap, keluasan wawasan, dan tanggung jawab yang lebih besar.
Prof. Masnun kemudian menyampaikan sebuah refleksi sederhana namun kuat: pelajar adalah pemilik masa lalu, sedangkan pembelajar adalah pemilik masa depan.
Karena itu, mahasiswa UIN Mataram diharapkan tidak berhenti pada aktivitas perkuliahan, tetapi terus membangun tradisi membaca, berdiskusi, meneliti, dan mengembangkan wawasan.
Rektor juga mengingatkan bahwa para mahasiswa datang ke UIN Mataram bukan semata-mata untuk memperoleh gelar akademik. Mereka dipanggil oleh agama, umat, dan masyarakat untuk kelak menjadi teladan dan panutan.
Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, Masnun mengingatkan mahasiswa agar tidak menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk mengejar notifikasi dan popularitas di media sosial.
“Di samping sibuk dengan notifikasi, sisipkan juga waktu untuk membaca Al-Qur'an dan membaca buku,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan mahasiswa bukanlah seberapa banyak pengikut yang dimiliki di media sosial.
Mahasiswa yang baik, menurutnya, adalah mahasiswa yang memiliki horizon berpikir luas dan wawasan yang mendalam.
“Mahasiswa yang baik bukan yang banyak follower-nya, tetapi mahasiswa yang berhorizon dan berwawasan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan kampus harus menjadi momentum untuk memperluas cakrawala. Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi, tetapi harus mampu mengolah informasi menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi kebijaksanaan, dan kebijaksanaan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
PBAK tahap kedua ini sekaligus menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik, budaya kampus, organisasi kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan mereka selama menempuh pendidikan di UIN Mataram.
1663 Mahasiswa Baru UIN Mataram yang mengikuti PBAK, 28 orang diantaranya Mahasiswa dari berbagai negara
Menariknya, seluruh mahasiswa baru dari tiga jalur penerimaan—SNBT dan SPAN, UMPTKIN, serta Mandiri—nantinya akan dipertemukan dalam momentum kebangsaan. Mereka akan bersama-sama mengikuti upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Momentum tersebut diharapkan menjadi simbol bahwa mahasiswa UIN Mataram, meskipun datang melalui jalur penerimaan dan latar belakang yang beragam, merupakan satu keluarga akademik yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga masa depan bangsa.
Di akhir sambutannya, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., secara resmi membuka PBAK tahap kedua bagi mahasiswa baru jalur UMPTKIN tahun 2026.
Dari Auditorium Kampus 2 UIN Mataram, ribuan mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya. Mereka datang membawa mimpi masing-masing. Dan kampus kini menjadi ruang untuk mengubah mimpi tersebut menjadi pengetahuan, karakter, karya, dan pengabdian.
Sebab mahasiswa bukan sekadar mereka yang datang ke kampus untuk mencari gelar. Mereka adalah generasi yang sedang dipersiapkan untuk menjaga masa depan—agama, masyarakat, bangsa, dan peradaban. (Humas UIN Mataram)
Pewarta: TIm

0 Komentar