Puasa Hadirkan Nutrisi Rohani dan Jasmani

DR. H. Kadri, M.Si.

Diri kita (manusia) terdiri dari dua unsur, yaitu unsur fisik dan unsure roh (jasmani dan rohani). Dijelaskan secara eksplisit dalam Surat Al-Hijr ayat 28-29 . Yang artinya "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”

BidikNews - Demikian DR.H. Kadri, M. Si mengawali tauziah subuh dihadapan Jamaah Masjid Al Achwan Griy Pagutan Indah Mataram,Sabtu (9/4/22).

Dijelaskan DR. H. Kadri, Untuk terus hidup dan berkembang, maka manusia membutuhkan nutrisi (makanan). Karena diri manusia terdiri dari dua unsur (jasmani dan rohani), maka kita juga harus bisa memberi nutrisi yang berbeda pada diri kita sesuai dengan kebutuhan.” Terangnya.

Unsur raga/jasmani dari diri kita membutuhkan nutrisi berupa makanan yang bentuknya fisik. Sedangkan unsur rohani membutuhkan nutrisi atau asupan makanan berupa ajaran agama. Itulah makanan rohani,” lanjut DR. Kadri dihadapan ratusan Jamaah sholat subuh itu.

Kapan kita memerlukan nutrisi rohani? Ya sepanjang hidup kita, sama halnya dengan kita membutuhkan makanan untuk jasmani kita.” Jelas pakar Komunikasi UIN Mataram ini.

Kadri juga mengungkapkan bahwa, Ada banyak orang yang punya kecukupan gizi jasmani, tetapi rohaninya kelaparan. Inilah orang yang sehat fisik tapi miskin rohani.” jelasnya.

Mereka seperti orang linglung, dan bahkan bingung mau apa dengan hartanya. Terjerumuslah dia dalam lembah kehinaan. Hartanya dibelanjakan ke hal yang tidak benar. Kekuatan fisiknya hanya untuk menyiksa yang lain.” Urai DR. H. Kadri


Karena itu, ujar DR. Kadri, Kita harus menjadi orang yang sehat jasmani dan lebih sehat lagi rohaninya. Ramadan adalah bulan yang menyediakan nutrisi keduanya.” Tuturnya  

Dijelaskan DR. Kadri bahwa Ramadhan, menyehatkan fisik kita, dan sekaligus menyehatkan rohani yang banyak. Bahkan nutrisi asupan gizi rohani saat Ramadan dilipatgandakan oleh Allah.

Manfaat puasa bagi kesehatan, menyehatkan jantung, menurunkan  risiko kanker, mengurangi risiko terinfeksi penyakit, dan mendapatkan berat badan ideal.

Sedangkan manfaat puasa bagi kesehatan mental kata DR. Kadri, bisa mengubah suasana hati. Kita selalu tenang dan selalu berpikir positif. Berpikir yang baik-baik, dan mengerjakan yang baik-baik. Tidak ada lagi waktu kita untuk berpikir negative apalagi berbuat dosa.

Pikiran kita bersih dan jiwa menjadi tenang, dan komunikasi kita dengan setiap orang juga santun, akrab, dan penuh kekeluargaan. Pikiran yang baik, komunikasi yang santun dan penuh keakraban tidak hanya membuat mental rohani kita sehat tetapi juga membuat jasmani fisik kita sehat.” Kata Dosen Senior Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini.

Pakar Komunikasi UIN Mataram ini juga menyebutkan, bahwa Hasil penelitian panjang (22 tahun) yang dilakukan Michael Babyak dari Duke University dengan beberapa koleganya dari berbagai universitas di Ameriak Serikat, dengan sampel 750 orang kulit putih dari kelas menengah.

Foto : Ilustrasi BidikNews

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa orang-orang yang berkomunikasi tidak efektif seperti tidak tulus, tidak hangat, tidak akrab, tidak suka berteman, dan senang memusuhi orang lain, berpeluang 60 % lebih tinggi menemui kematian pada usia dini dibandingkan dengan orang-orang yang berperilaku sebaliknya.    

Ini berarti bahwa Puasa mengajarkan kita menjadi orang yang santun, komunikatif menyayangi dan mengasihi sesama. Obat rohani dan ketenangan jiwa dalam puasa juga didukung oleh tadarus yang selalu kita lakukan dengan pahala yang dilipatgandakan. Al-Qur’an menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Lihat Surah Al-Israa ayat 82:  

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian,” 

Atau simak juga Surah Al-Fussilat Ayah 44 dimana Allah sekali lagi menyatakan bahwa Quran adalah petunjuk dan penyembuh atau ‘penawar’ bagi orang-orang yang percaya.
"Katakanlah, Al Quran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman,” 

Puasa mengajarkan kita untuk selalu menghadirkan (mengingat) Allah dalam diri. Karena kita takut pada Allah dan selalu ada Allah dalam diri kita maka kita tidak berani untuk makan dan minum di saat kita sendiri tanpa dilihat oleh manusia lain. Dengan mengingat Allah maka hati kita akan menjadi tentram. Dalam Surah Ar-Ra’ad ayat 28 Allah berfirman:

“Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” 

Agama Islam ini sesungguhnya adalah agama rahmatan lil alamin, agama rahmat, kasih sayang, bukan hanya khusus kepada umat Islam saja, tetapi kepada seluruh seluruh manusia. Bahkan seluruh alam semesta ini menjadi kasih sayang. 

“Puasa ini adalah menjadi ladang kasih sayang kepada sesama muslim, kepada umat seagama, antar agama dan bahkan kepada makhluk-makhluk yang lain kita saling mengasihi dan saling berbagi seperti itu,” ucap DR. H. Kadri.

Menurut dia, Ramadhan sesungguhnya juga mengajarkan untuk saling berbagi, saling melengkapi, saling tolong-menolong, saling memberi. Karena dengan hal itu menurutnya tentu suasana akan menjadi damai.

Memang, berpuasa dapat mempunyai pengaruh yang baik bagi sistem imun, tetapi dengan beberapa catatan. Antara lain, puasa dilakukan dengan memperhatikan pola makan seimbang ketika berbuka dan sahur, istirahat cukup, tidak stres, dan olahraga cukup. Saat puasa konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang sangat diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh

Dengan berolahraga akan membantu meningkatkan stamina tubuh. Walapun secara tidak langsung dengan beraktivitas kita sudah membakar kalori, namun alangkah lebih baik didukung dengan olahraga.

DR. H. Kadri, M.Si.

Oleh karena itu, marilah kita menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan, serta dibarengi dengan pola hidup dan pola makan yang seimbang agar puasa dapat meningkatkan imunitas spiritual dan imunitas tubuh

Kesehatan jasmani dan rohani akan berdampak pada etos kerja, sehingga kita lebih menikmati pekerjaan, meningkatkan inovasi, kreativitas  dan hasil kerja yang  bermanfaat untuk masyarakat, lingkungan dan keluarga.

Semoga hikmah puasa dapat kita peroleh yaitu; lebih meningkatkan amal dan ibadah kita kepada Allah SWT. Pola hidup yang berkualitas, baik dari segi kesehatan jasmani yang merupakan investasi kesehatan yang sangat penting, kesehatan rohani yang akan membuat hidup lebih berarti dan bahagia.


Pewarta : Dae Ompu
Editor : BN-007

1 Komentar