BidikNews.net - Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan bahasa Inggris, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram bekerja sama dengan MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Lombok Barat menggelar pelatihan penyusunan materi dan asesmen berbasis CEFR (Common European Framework of Reference for Languages) yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di SMPN 2 Labuapi dan diikuti oleh guru-guru pilihan dari berbagai sekolah.
Pelatihan bertajuk "Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris melalui CEFR dan AI untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Menuju Pendidikan Berkualitas” resmi dibuka oleh Kepala SMPN 2 Labuapi, Fauzi, S.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini yang dianggap mampu menjawab tantangan pengajaran bahasa Inggris yang semakin kompleks.
Kegiatan ini diprakarsai oleh tim dosen Universitas Nahdlatul Wathan Mataram (UNW Mataram) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Pemula (PMP) 2025 yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Ketua pelaksana kegiatan, Siti Wahyu Puji Astuti, M.Pd., menegaskan pentingnya penguasaan CEFR dan literasi AI bagi guru bahasa Inggris di era digital. “Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para guru untuk mampu menyusun materi ajar yang sesuai standar internasional, serta memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pembelajaran,” ujarnya.
Materi-materi pelatihan disampaikan langsung oleh dosen-dosen UNW Mataram yang memiliki keahlian dalam bidang pengajaran bahasa Inggris, asesmen, serta teknologi pembelajaran.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa UNW Mataram sebagai fasilitator dan pendamping peserta selama sesi praktik dan simulasi.
Ketua MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Lombok Barat, Rahman, M.Pd., turut hadir dan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wadah untuk membangun kapasitas guru sekaligus memperkuat jejaring antar sekolah.
“Dengan adanya pelatihan ini, guru-guru tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tapi juga praktik langsung dalam menyusun materi dan asesmen berbasis CEFR serta memanfaatkan aplikasi AI seperti Duolingo, Magic School AI, Canva, hingga ChatGPT,” jelasnya.
Pelatihan yang berlangsung dari 14 hingga 16 Juli 2025 ini dikemas dalam berbagai sesi, mulai dari pengantar CEFR, penyusunan rubrik penilaian, praktik menyusun materi interaktif berbasis AI, hingga simulasi pengajaran menggunakan materi yang telah dirancang peserta. Partisipasi mahasiswa juga memberi warna kolaboratif dalam setiap sesi pelatihan.
Kegiatan ditutup dengan refleksi dan evaluasi menyeluruh, serta penyerahan aplikasi pembelajaran berbasis AI premium kepada para guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Lombok Barat.
Ke depan, hasil pelatihan ini direncanakan akan didiseminasikan dalam bentuk artikel jurnal, sebagai bagian dari kontribusi nyata guru-guru Lombok Barat dalam pengembangan pendidikan bahasa berbasis teknologi dan standar global.
Pewarta: MR.Gufran
0 Komentar