Puluhan Tahun Warga Lawata dan Sekitar Disuguhi Bau Busuk Sampah, Gubernur NTB dan Walikota Mataram Diminta Segera Duduk Bersama

Kepala Lingkungan Lawata Mataram, Aisar Rifki ditengah tumpukan sampah di TPS Lawata 
BidikNews.net,Mataram - Sampah di TPS Lawata Mataram spanjang hari siang dan malam terus menebar aroma busuk akibat tumpukan sampah rumah tangga yang tak kunjung terangkut secara rutin. Meski pemerintah telah menyediakan transportasi justru sampah terus menumpuk, keluhan warga lingkungan Lawata dan sekitar pun tak terhindarkan.

Dengan kondisi ini warga lingkungan Lawata Mataram berulang kali meyampaikan keluhan kepada pihak pemerintah Kota Mataram namun, hingga kini belum ada tanggapan serius. 

“Kami berharap ada solusi lebih tegas dari pemerintah Kota Mataram agar masalah ini tidak terus berlarut,” ujar H. Abdurrahman HIS kepada media ini.

H. Abdurrahman HIS mengungkapkan, bahwa Ketika (Alm) H.Ruslan jadi walikota Mataram dan H.Tamsil menjabat kepala dinas kebersihan ada pernyataan penolakan  dengan warga Lawata ketika TPS dibuat.

Ketika itu kata H. Abdurrahman HIS, warga Lawata & sekitarnya tidak setuju setuju dibangun TPS di Lawata, dengan alasan karena wilayah itu pusat pendidikan, pusat olahraga, pusat pertokoan, pusat UMKM, serta banyak warung makan.

Tetapi Pemerintah Kota Mataram bersikukuh untuk menempatkan TPS di Lawata sembari mencari lahan ditempat lain dengan perjanjian setiap hari sampah Di TPS Lawata harus dalam keadaan 0 ( bersih). Ironisnya, sudah 30 tahun berlalu Pemda kota Mataram belum juga pindahkan TPS Lawata ke tempat yang lain 

Hal senada diungkapkan , Kepala Lingkungan Lawata Mataram, Aisar Rifki. Ia membenarkan kondisi sampah di TPS Lawata menumpuk terlalu lama sehingga mengganggu kenyamanan warga akibat bau busuk yang menyengat.

Ia meminta agar Pemerintah Kota dalam hal ini dinas kebersihan untuk menjadikan TPS Lawata setiap hari 0 sampah dan dalam seminggu TPS ditutup harus ditutup. Dengan cara ini bau busuk yang ditimbulkan sampah yang menumpuk setiap hari dapat diminimalisir.,” kata Aisar Rifki 

Fenomena penumpukan sampah di TPS Lawata Mataram memperlihatkan sikap pemerintah Kota Mataram membiarkan warga Lawata Mataram dan sekitar maupun warga yang melintasi jalur itu bergumul dengan aroma yang tak sedap. 

Karena itu, Warga Lawata Mataram dan sekitar meminta pemerintah Kota Mataram melakukan koordinasi dan duduk bersama dengan pemerintah Provinsi guna menyelesaikan kelurahan warga yang merasakan dampak buruk dari sampah yang menumpuk setiap hari.

Warga Lawata Mataram memandang dengan tumpukan sampah ini bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mencoreng wajah Kota Mataram yang tengah berbenah menuju kota bersih.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka Kota Mataram “Harum” yang digaungkan selama ini menjadi simbol bau busuk dari sistem pengelolaan sampah yang belum berjalan sebagaimana mestinya. 

Disebutkan warga lingkungan Lawata mendapat Informasi dari DLH kota Mataram bahwa Tempat Pembuangan akhir (TPA) sampah di kebun kongo merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi NTB  yang kini di tutup karena sudah penuh, sehingga tidak lagi menerima sampah dari kota Mataram. Akibatnya, Sampah di TPS Lawata  terus menumpuk yang menimbulkan bau yg sangat busuk. 

Tumpukan sampah tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada wabah penyakit' menular disaat musim hujan sepertti ini.

Karena itu, Kepala Lingkungan dan H. Abdurahman HIS meminta Kepada Pemerintah Kota Mataram agar berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi untuk segara menyelesaikan permasalahan sampah yg ada di TPS Lawata khususnya dan di Kota Mataram umumnya sehingga Kota Mataram yang Harum yang dibanggakan dapat dijaga bersama. 

Dilakhir, Kepala Lingkungan dan seluruh warga Lingungan Lawata Mataram meninta kepada Gubernur NTB dan Walikota Mataram segera mengambil sikap tegas untuk menyelesaikan persoalan TPS di Lingkungan Lawata yang menebar aroma busuk sepanjang hari siang dan malam.

Pewarta: Dae Ompu



0 Komentar